KALTIMPOST.ID-Di balik capaian Bontang sebagai peringkat keempat nasional dalam kategori Kota Menuju Bersih, perhatian publik turut tertuju pada nasib petugas kebersihan atau pasukan kuning yang selama ini menjadi garda terdepan menjaga kebersihan kota.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris memastikan pemerintah tetap akan merumuskan skema penghargaan bagi petugas kebersihan. Meskipun format penghargaan nasional kini berbeda dari sebelumnya.
“Kalau dulu saat Adipura pasti ada bonus bagi pasukan kuning. Sekarang metodenya berubah, bukan lagi Adipura, tapi kategori Kota Menuju Bersih. Namun penghargaan tetap akan kita rumuskan,” kata pejabat yang akrab disapa AH ini.
Baca Juga: Bontang Peringkat 4 Nasional Kota Menuju Bersih, Target Naik Level pada 2028
Ia menjelaskan, perbedaan sistem penilaian kali ini lebih universal. Jika sebelumnya fokus pada petugas kebersihan dan titik-titik tertentu, kini yang menjadi sasaran adalah seluruh kepala keluarga dan seluruh warga kota.
“Sekarang ini bukan hanya tukang sapu jalan atau petugas taman yang bekerja. Semua warga harus terlibat. Jadi pendekatannya lebih menyeluruh,” ucapnya.
Meski demikian, ia mengakui kontribusi pasukan kuning tetap sangat besar dalam menjaga wajah kota sehari-hari. Pemkot Bontang, kata dia, tidak akan mengabaikan peran tersebut. Namun AH belum bisa menyebutkan berapa besaran bonus yang bakal diterima oleh pasukan kuning.
“Kita pasti ada perhatian. Nanti akan kita coba rumuskan kembali seperti apa reward yang tepat. Karena ini sudah menjadi gerakan bersama seluruh masyarakat,” tutur dia.
Baca Juga: Terduga Pengedar Pil Double L di Bontang Dibekuk, Polisi Dalami Dugaan Jaringan Lain
AH juga menegaskan bahwa ke depan tanggung jawab kebersihan tidak boleh hanya dibebankan kepada petugas. Ia bahkan mendorong setiap warga membawa kantong sampah pribadi saat beraktivitas di luar rumah.
“Tidak boleh lagi hanya mengandalkan petugas kebersihan. Arahan presiden jelas, pengelolaan sampah harus mandiri dan berbasis masyarakat,” terangnya.
Dengan target 2028 sebagai batas penyelesaian persoalan sampah, Pemkot Bontang memastikan seluruh elemen akan dilibatkan, termasuk petugas kebersihan sebagai ujung tombak operasional di lapangan.
“Ini bukan sekadar penghargaan, tapi perubahan budaya. Kita ingin Bontang benar-benar menjadi Kota Bersih, bukan hanya menuju,” pungkasnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki