KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Panitia khusus (pansus) Pembahas Usulan Pokok-Pokok Pikiran (pokir) DPRD Kaltim merampungkan kerja dalam menyusun daftar suara masyarakat menjadi program pembangunan daerah, Senin, 16 Maret 2026.
Dalam Rapat Paripurna, Ketua Pansus Pokir, H. Baba, menyampaikan hasil kerja mereka dalam memetakan aspirasi masyarakat jadi judul kegiatan yang bisa dituangkan dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2027.
Setiap usulan datang dari berbagai kanal. Bisa lewat reses, rapat dengar pendapat, hingga pengajuan resmi masyarakat. Semua dikumpulkan, lalu disaring sesuai dengan prioritas pembangunan daerah.
Semuanya tersusun dengan memedomani 73 program prioritas, yang tersebar dalam 24 bidang urusan, mengikuti arah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltim 2025-2030, serta pengawasan Komisi Pemberantasan Korupsi lewat skema pencegahan.
Baca Juga: Rapat Paripurna DPRD Kaltim Memanas, Hujan Interupsi Warnai Penundaan Kamus Pokir 2027
"Dari usulan yang dihimpun lintas fraksi ada 313 usulan," katanya membacakan laporan. Tapi jumlah itu diseleksi kembali menyesuaikan urgensinya. Dan akhirnya mengerucut jadi 160 judul kamus aspirasi. Judul-judul itu terdiri dari 97 usulan belanja langsung, 50 bantuan keuangan, dan 13 belanja hibah atau bantuan sosial.
Setiap judul, lanjut Baba, sudah melewati serangkaian konsultasi, harmonisasi, dan negosiasi. Baik dengd perangkat daerah, pimpinan dewan, hingga Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Sehingga usulan-usulan tersebut selaras dan layak masuk jalur perencanaan pembangunan daerah.
Dengan rampungnya daftar kamus aspirasi ini, maka tersisa satu tahapan lagi, yakni mengintegrasi 160 judul itu ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) RI. Lalu dipecah kembali ke dalam bidang urusan, program, hingga kegiatan untuk dijalankan tahun depan.
Di akhir penyampaiannya, Baba menegaskan pokir bukan hanya catatan setiap keluhan warga. Tapi juga pembangunan daerah yang disusun lewat meja legislatif. "Pokir ini bukan sekadar rekomendasi politik, tapi juga bagian integral dari perencanaan pembangunan daerah," tukasnya mengakhiri. (riz)
Editor : Muhammad Rizki