KALTIMPOST.ID,TEHERAN-Eskalasi konflik di Timur Tengah kian berada di titik nadir. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan peringatan keras akan menyerang titik-titik konsentrasi militer Israel di Jalur Gaza jika agresi terhadap warga sipil di Lebanon dan Palestina tidak segera dihentikan.
Pernyataan resmi yang dirilis melalui Fars News Agency pada Rabu (25/3) tersebut menegaskan bahwa Teheran siap mengerahkan kekuatan penuhnya. Target serangan tidak hanya terbatas pada wilayah utara pendudukan, tetapi juga menyasar pasukan musuh yang berada di kantong-kantong tempur Gaza.
“Apabila kekerasan terhadap penduduk sipil di Lebanon dan Palestina terus berlanjut, posisi militer lawan di wilayah pendudukan akan menjadi target langsung serangan rudal maupun pesawat tak berawak (drone) kami,” bunyi pernyataan resmi IRGC.
Baca Juga: Akses Masjidilaqsa Ditutup, JDF Asia Pasifik Desak Dunia Beri Sanksi Tegas ke Israel
Gagalnya Gencatan Senjata
Situasi di perbatasan Lebanon-Israel sendiri terus memanas sejak awal Maret lalu. Ketegangan dipicu oleh saling balas serangan antara kelompok perlawanan Lebanon, Hezbollah, dengan militer Israel.
Puncaknya terjadi pada pertengahan Maret ketika Tel Aviv secara resmi mengumumkan dimulainya operasi darat di wilayah Lebanon Selatan. Langkah ini memicu kekhawatiran global karena memperluas front pertempuran yang sebelumnya hanya terkonsentrasi di perbatasan.
Kondisi ini diperparah dengan kolapsnya kesepakatan damai yang sempat dimediasi internasional pada akhir 2024. Pemerintah Lebanon berulang kali menuding pihak Israel secara sistematis melanggar poin-poin gencatan senjata tersebut, yang justru memicu gelombang kekerasan baru di kawasan Lembah Beqaa hingga pinggiran Beirut.(*)
Editor : Thomas Priyandoko