KALTIMPOST.ID, TANJUNG REDEB – Sebuah kabar menggembirakan datang dari dunia balap Kalimantan Timur. Di usia yang masih belia, seorang pembalap muda tengah bersiap menjejakkan kakinya di panggung internasional.
Pada titik inilah perhatian publik tertuju pada nama Sabian Fathul Ilmi, pembalap 13 tahun asal Berau yang bakal tampil di R3 bLU cRU Asia Pacific (APAC) di Chang International Circuit, Buriram, Thailand, akhir pekan ini (19–22 November 2025). Keikutsertaannya memicu rasa penasaran, terutama karena ia turun membawa wildcard dari Yamaha Racing Indonesia.
Baca Juga: KONI Mahulu Mati Suri, Atlet Terancam Gagal Berlaga di BK Porprov
Sabian bukan muncul secara tiba-tiba. Ia tumbuh dalam lingkungan yang lekat dengan dunia otomotif, terutama karena sang ayah, Juniar Rizal, merupakan pemilik Aditama Racing Team. Di saat anak-anak lain menghabiskan waktu di lapangan, Sabian justru belajar menguasai tikungan di atas motor mini—kebiasaan yang kemudian membentuk keberaniannya.
Di balik persiapan debut internasional itu, rasa gugup dan antusiasme ikut mengiringi langkahnya. “Saya sangat bersemangat ikut balapan di Thailand. Doakan Sabian bisa tampil baik,” ujarnya dengan nada polos yang menyiratkan ambisi besar.
Meski masih 13 tahun, Sabian memahami bahwa lawan yang akan ia hadapi memiliki pengalaman lebih panjang. Namun hal itu justru menjadi alasan baginya untuk belajar, menimba jam terbang, dan menguji kemampuan di lintasan yang lebih kompetitif.
Dukungan untuk Sabian datang dari banyak pihak, termasuk komunitas otomotif Berau. Ketua IMI Berau, Noviar Ridwan, menyebut debut Sabian sebagai sinyal bahwa atlet daerah mampu bersaing di level Asia. “Ini alarm penting bahwa daerah harus berani bermimpi besar,” tegasnya.
Ia menilai Sabian adalah talenta lokal yang disiplin dan pantas diberi panggung lebih luas.
Di sisi lain, ada dorongan kuat dari sosok yang tidak pernah lelah berada di belakangnya: sang ayah. Juniar Rizal menegaskan bahwa misi Sabian ke Buriram bukan soal podium, melainkan proses. “Kami bersyukur Sabian terpilih. Targetnya menambah pengalaman dan jam terbang,” ujarnya.
Juniar memahami bahwa debut internasional harus dinikmati, bukan dibebani ekspektasi. Dukungan besar dari keluarga disebut menjadi alasan Sabian terus berkembang tanpa tekanan berlebih.
Baca Juga: Live Score Timnas Indonesia U-22 vs Mali di Leg Kedua Friendly Match Malam Ini, 18 November
Sirkuit Buriram sendiri bukan arena sembarangan. Trek sepanjang lebih dari 4,5 kilometer itu dikenal teknis, dengan kombinasi tikungan cepat, tikungan lambat, dan pengereman presisi. Banyak pembalap menyebut Buriram sebagai trek “jujur” karena hanya memberi kemenangan bagi mereka yang benar-benar siap.
Keberangkatan Sabian ke Thailand membuka peluang lebih besar bagi kariernya. Deru motornya mungkin baru terdengar di Asia, tetapi ambisinya menatap panggung dunia. Untuk saat ini, publik hanya perlu menunggu. Di Buriram, bocah dari Berau itu tengah menulis awal dari cerita yang lebih panjang—tentang tekad, dukungan keluarga, dan mimpi yang melaju cepat. (*)