KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN-Kejadian menarik berlangsung pada Debat Kedua Pilkada Balikpapan yang berlangsung pada Kamis (7/11/2024).
Dalam lanjutan sesi tanya jawab, setiap pasangan diberikan kesempatan saling bertanya oleh pembawa acara.
Paslon nomor urut 1, Rahmad Mas’ud-Bagus Susetyo diberikan kesempatan bertanya kepada paslon 2 Rendi Ismail-Eddy Sunardo.
Rahmad bertanya kepada Rendi soal prevalensi penyakit non infeksi di Balikpapan yang cenderung meningkat. Lantas apa yang harus ldiakukan untuk mengatasi hal tersebut.
“Saya sih singkat aja (pertanyaannya), biar padat dan jelas,” kata Rahmad.
Rendi kemudian menjelaskan tentang keberpihakan pemerintah kota Balikpapan untuk mengangani kesehatan secara serius, dengan membuat program konkret yang melibatkan seluruh komunitas pekerja di bidang kesehatan.
Termasuk dengan meningkatkan kapasitas dokter-dokter umum untuk mengambil spesialis tertentu, sesuai dengan kompetensi dan keahlian yang diinginkan.
Kemudian saat beralih menjelaskan tentang keprihatinannya tentang kondisi RSUD Beriman Balikpapan, Rendi menyebut Rahmad Mas’ud dengan Pak Wali Kota.
“Terus terang saya prihatin ini Pak Wali, Pak Rahmad Mas’ud, saya prihatin ini pak atas kondisi Rumah Sakit Beriman yang ada sekirang ini. Mestinya rumah sakit itu jadi rumah sakit yang representatif yang kualitas pelayanannya prima seperti rumah sakit di Balikpapan lainnya. Tapi justru sekarang ini sangat menyedihkan,” kata Rendi.
Saat menanggapi hal ini, Rahmad Mas’ud pun tersenyum.
“Terima kasih kanda. Saya masih dipanggil Pak Wali. Alhamdulillah dan ke depannya terus,” kata Rahmad.
Ia pun menjelaskan bahwa penyakit non infeksi yang dimaksud adalah penyakit jantung, diabetes, dan hipertensi. Rahmad pun menekankan pentingnya edukasi tentang pola hidup sehat kepada masyarakat sebagai langkah preventif.
“Itu yang harus penting kita lakukan. Kita juga perbanyak ruang terbuka untuk masyarakat bisa berolahraga,” pungkas dia.(*)
Editor : Thomas Dwi Priyandoko