Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Ini Penampakan Rumah Singgah Balikpapan, Kapasitas 20 Orang untuk Orang Terlantar hingga Jadi Rumah Aman

Dina Angelina • Kamis, 23 Januari 2025 | 13:53 WIB
BARU: Renovasi rumah singgah yang berlokasi di Jalan Milono sudah rampung. Kini menunggu pemenuhan interior, dapat menampung sekitar 20 orang.
BARU: Renovasi rumah singgah yang berlokasi di Jalan Milono sudah rampung. Kini menunggu pemenuhan interior, dapat menampung sekitar 20 orang.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Setelah mendapat sentuhan renovasi, kini rumah singgah milik Dinas Sosial Balikpapan sudah rampung secara infrastruktur. Seperti diketahui, pembangunan ini berlangsung pada 2024.

Pemerintah merenovasi bangunan agar memenuhi standar fasilitas. Rumah singgah berada di Jalan Milono, dekat Panti Asuhan Manuntung. Proyek dibangun Dinas Pekerjaan Umum menggunakan APBD 2024.

Kini Dinas Sosial sedang memenuhi sarana prasarana atau interior secara bertahap. Seperti tempat tidur, lemari, ruang kunjungan, dan area pendampingan. “Perlu tempat tidur, lemari, dan lain-lain,” kata Kepala Dinas Sosial Edi Gunawan.

Meski fasilitas interior belum begitu lengkap, rumah singgah sudah bisa berfungsi mulai sekarang. “Kalau ada yang harus kita tampung sebenarnya sudah bisa sekarang. Itu bisa menampung sekitar 20-an orang,” tuturnya.

Edi menjelaskan, rumah singgah ini tersedia hanya untuk penampungan orang sementara. Misal menampung orang terlantar. Biasanya pendatang atau pekerja yang mau pulang ke daerah asal, tapi mengalami kehabisan dana.

Sehingga pembangunan ini juga berlandaskan asas kemanusiaan. “Kemudian jika ada yang mengalami eksploitasi, rumah singgah ini bisa menjadi rumah aman,” sebutnya. Seperti anak berhadapan hukum, putus sekolah, dan masalah sosial lainnya.

Terkadang mereka tidak diterima lagi di lingkungan masyarakat. Maka selama itu, rumah singgah bisa menjadi area perawatan sementara. “Kami akan ada memberikan pelatihan selama mereka di rumah singgah,” ujarnya.

Dinas Sosial berharap keberadaan rumah singgah turut mampu mengantisipasi peningkatan masalah sosial di masa mendatang. Mengingat posisi Balikpapan sebagai pintu gerbang IKN.

Tentu permasalahan sosial menjadi tantangan. Bagaimana Balikpapan menarik bagi pendatang yang ingin mengadu nasib dari berbagai daerah. Magnet ini berdampak pada potensi peningkatan masalah sosial. (*)

Editor : Duito Susanto
#balikpapan #rumah singgah