BALIKPAPAN - Pemkot Balikpapan menggelar focus group discussion (FGD) Smart City dan Rembuk Inovasi 2025. Kegiatan ini melibatkan puluhan instansi untuk menyampaikan usulan ide dan inovasi.
Baik dari kalangan lintas instansi pemerintahan, akademisi, pengusaha, media, dan sebagainya. FGD berlokasi di Mahakam Ballroom Swiss-Belhotel Balikpapan, Kamis (27/2).
Kegiatan ini salah satu wujud efisiensi anggaran sesuai arahan pemerintah pusat. Bappeda Litbang dan Diskominfo Balikpapan menggelar beberapa agenda sekaligus dalam satu kesempatan tersebut.
Selain smart city, pembahasan ini berkaitan juga dengan penyusunan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) 2026 dan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2025-2029.
Sekretaris Bappeda Litbang Balikpapan Tommy Alfianto mengatakan, selama ini pembahasan program Smart City dilakukan Diskominfo. Namun kali ini pihaknya turut membahas poin-poin yang berkaitan RPJMD 2025-2029.
Seperti diketahui, usai pelantikan kepala daerah terpilih pada 20 Februari di Istana Kepresidenan Jakarta. Selanjutnya dilakukan penyusunan RPJMD. Itu sesuai visi misi wali kota dan wakil wali kota.
“Kami susun secara teknokratik, sinkronisasi, sekalian sosialisasi kepada kelompok masyarakat,” tuturnya. Salah satunya dalam kegiatan ini disampaikan kepada kelompok Smart City.
Nantinya masih ada FGD bersama kelompok-kelompok lain seperti tim pengentasan stunting dan kesehatan. Tommy menjelaskan, sesuai Permendagri waktu penyusunan RPJMD rampung dalam enam bulan setelah pelantikan kepala daerah.
“Belum lagi nanti ada pembahasan dengan DPRD Balikpapan. Semua tahapan harus dilalui,” tuturnya. Ini juga secara langsung berkaitan pembahasan RKPD 2026.
Targetnya Maret harus rampung. Selanjutnya dilakukan musrenbang dan masuk dalam pembahasan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD).
“Jadi kami membahas smart city dan diselipkan tentang RKPD 2026,” sebutnya. Serta ajang rembuk inovasi yang selama ini menjadi kegiatan rutin. Inovasi ini berasal dari masyarakat atau OPD.
“Semua berjalan bersamaan, persiapan sudah dari sekarang karena nanti ada evaluasi pada akhir tahun,” imbuhnya. Tommy menjelaskan, pihaknya menampung seluruh ide dan saran hasil FGD.
Misalnya dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kaltim menyarankan untuk mengatasi kemacetan, bukan hanya dari sisi infrastruktur. Berupa pelebaran jalan atau pembangunan flyover.
Hal penting bagaimana mindset penduduk mau menggunakan angkutan umum. “Artinya menuju kota inklusi dan modern, semua masyarakat bisa menikmati angkutan umum,” ujarnya.
Lalu saran cukup ada satu aplikasi yang berisi berbagai informasi seputar Balikpapan atau super app. “Diskominfo sudah menyebutkan semua sedang tahapan menuju ke sana,” tutupnya. (gel)
Editor : Muhammad Ridhuan