Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Bekali Kesiapsiagaan Bencana, Kelurahan GSU Gelar Pelatihan Mitigasi Kebencanaan  

Supriyono Lupus • Selasa, 8 Juli 2025 | 09:50 WIB
SIMULASI: Praktek pertolongan pertama pada korban bencana atau bantuan hidup dasar, serta simulasi penanganan kebakaran skala rumah tangga.
SIMULASI: Praktek pertolongan pertama pada korban bencana atau bantuan hidup dasar, serta simulasi penanganan kebakaran skala rumah tangga.

 

 

BALIKPAPAN - Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana, Kelurahan Gunung Sari Ulu, Kecamatan Balikpapan Tengah, menggelar pelatihan kebencanaan yang diikuti oleh perwakilan Seksi Keamanan dan Ketertiban RT serta elemen masyarakat di Kelurahan Gunung Sari Ulu (GSU).

Kegiatan ini dibuka oleh Camat Balikpapan Tengah, Agung Budi Wibowo, Senin (7/7) di kantor kelurahan, didampingi Lurah Gunung Sari Ulu Rendra Hermawan. Agung Budi Wibowo mengatakan  kesiapsiagaan bencana harus dimulai dari tingkat masyarakat paling dasar, yaitu RT.

Dengan pelatihan ini, dia ingin memastikan bahwa warga memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk menghadapi berbagai potensi bencana, baik kebakaran, banjir, maupun situasi darurat lainnya.

"Kolaborasi antara BPBD, Kelurahan, dan masyarakat sangat penting dalam membangun ketangguhan wilayah. Jadikan kegiatan ini sebagai langkah untuk melindungi diri, keluarga, dan lingkungan sekitar,"jelas Agung

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan dan Katana Kelurahan Gunung Sari Ulu. Adapun Materi yang diberikan meliputi pengetahuan dasar kebencanaan, strategi mitigasi dan manajemen risiko.

Setelah itu, para peserta diajak untuk praktik langsung tanggap darurat, dengan simulasi penanganan kebakaran skala rumah tangga. Serta teknik pertolongan pertama pada korban bencana atau Bantuan Hidup Dasar (BHD).

Lurah Gunung Sari Ulu, Rendra Hermawan mengatakan pelatihan siap siaga tanggap bencana bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat dalam menghadapi dan merespon berbagai jenis bencana.

Ia menambahkan, pelatihan ini mencakup edukasi tentang risiko bencana, mitigasi, dan tindakan darurat seperti evakuasi dan pertolongan pertama. Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk masyarakat yang peduli dan tanggap dalam menghadapi bencana.

“Seperti longsor dan bencana lainnyam sekaligus memperkuat jejaring komunikasi antarwarga,  lembaga kemasyarakatan dengan pemerintah dalam situasi darurat, serta mencegah adanya korban dan meminimalisir kerugian material akibat bencana yang terjadi," pungkasnya. (pms/pus/kri)

Editor : Sukri Sikki
#pelatihan #Gunung Sari Ulu #kebencanaan