KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Remaja Balikpapan berisiko mengalami cyber bullying. Untuk itu membangun kesehatan sejak dini. Sebab, anak muda rentan mental terganggu di arus deras digitalisasi. Acara edukasi kesehatan mental digital diinisiasi Volvo Group bersama para mitra Gedung Cheng Ho, Universitas Mulia Balikpapan, Sabtu (6/9/2025).
Ada dua narasumber dihadirkan. Yakni Psikologi Sehat Jiwa, Fina Dwi Putri, M.Psi membawakan materi strategi praktis menjaga kesehatan mental di tengah paparan media digital. Dalam paparannya, Fina menguraikan, remaja di Balikpapan berisiko mengalami cyber bullying. “Sebab adanya rasa tidak suka, faktor kekurangan dari korban dan dendam pernah menjadi korban,” ungkapnya.
Baca Juga: Soft Living: Trend Terkini Gaya Hidup Gen Z yang Menolak Hustle Culture Demi Kesehatan Mental
Kemudian Abi Topan (Mental Health Advocate) yang berbagi pengalaman pribadi, membangun empati, serta mengajak anak muda untuk lebih berani mencari bantuan saat dibutuhkan. Staf Ahli Bidang Sosial, Kesejahteraan dan Pengembangan SDM Pemkot Balikpapan, Adamin Siregar saat acara Healthy Me Fest 2025 menuturkan, kesehatan mental adalah infestasi hidup generasi muda.
“Jangan takut minta bantuan jika terjadi pada diri kita,” seru Adamin di hadapan kurang lebih 350 peserta dari mahasiswa, guru, pelajar dan komunitas lokal. Menurutnya, Pemkot Balikpapan memiliki pusat layanan psikologis di bawah DP3KB, ditujukan untuk masyarakat umum, khususnya bagi warga yang membutuhkan konseling psikologis.
Mengusung tema “Aku Muda, Aku Bijak, Aku Bahagia”, acara ini dirancang untuk menjadi wadah belajar, berbagi, dan membangun kesadaran kesehatan mental bagi generasi muda di seluruh Indonesia.
“Program ini merupakan bagian dari donasi tahunan Seasonal Gift bertema Youth Development yang berfokus pada pembekalan keterampilan menjaga kesehatan mental di tengah derasnya perkembangan teknologi dan media sosial,” papar Presiden Direktur PT Volvo Indonesia, Cahyo Harbianto. Cahyo berpesan, di manapun anak muda berada, kemampuan menjaga kesehatan mental adalah kunci untuk bertahan dan berkembang di era digital. (*)
Editor : Muhammad Rizki