KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Pembangunan jalan tol IKN ditargetkan bisa rampung akhir tahun 2025. Terutama menunggu dari sisi segmen 6A dan segmen 6B yang tersisa sedikit lahan belum klir.
Otorita IKN menyebut lahan yang belum rampung di segmen 6 ini sepanjang 2,8 kilometer. Apabila sudah rampung, maka akses dari Balikpapan menuju IKN bisa jauh lebih cepat.
Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Pemprov Kaltim Siti Sugiyanti mengatakan, masalah lahan yang tersisa sebagian ada berhubungan dengan konsesi PT Itci Hutani Manunggal (IHM) sekitar 900 meter.
Pihaknya sudah menggelar rapat dengan mengundang Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). Kemudian melibatkan Pemkab PPU, Otorita IKN, dan IHM.
Berdasarkan pertemuan, pihak terkait sudah komitmen saling mendukung. “Kami dari provinsi akan melakukan mapping mana saja yang belum adendum karena masih masuk konsesi IHM,” ujarnya.
Artinya Pemprov Kaltim akan memberikan adendum lanjutan terkait lahan tersebut. Terakhir kali pihaknya telah mengeluarkan adendum kelima. Berarti selanjutnya adendum keenam.
“Kami sekarang masih menunggu data-data dari tiga balai,” ucapnya. Seperti dari BBPJN sudah menyerahkan data. Lahan yang belum tuntas sekitar 5,4 hektare di segmen 6A.
Kemudian ada beberapa lahan juga yang berada dalam segmen 6B statusnya belum klir. Totalnya tidak sampai 11 hektare dan semua sudah terpetakan.
Namun Pemprov Kaltim masih menunggu data dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (PPW). Sehingga ditemukan sinkronisasi data secara rill.
Khawatirnya ada kebutuhan lahan lagi yang ternyata masih masuk konsesi. “Jadi kami petakan sekalian mana-mana yang belum kita keluarkan dari konsesinya IHM, nanti kami usulkan,” bebernya.
Siti menegaskan, seharusnya ini tidak ada kendala dalam menyelesaikan lahan tersebut. Mengingat luas lahannya tidak begitu besar atau signifikan. Dia optimis bisa rampung secepatnya. (*)
Editor : Duito Susanto