Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pertamina Nyalakan 'Jantung' Kilang Balikpapan, Unit RFCC Mulai Beroperasi, Kapasitas Naik Drastis 360 Ribu Barel/Hari

Ari Arief • Jumat, 14 November 2025 | 09:23 WIB

RFCC: Kompleks Unit RFCC berperan sentral dalam upaya modernisasi kilang. Fasilitas ini dirancang untuk menggenjot produksi bahan bakar  standar emisi Euro V.
RFCC: Kompleks Unit RFCC berperan sentral dalam upaya modernisasi kilang. Fasilitas ini dirancang untuk menggenjot produksi bahan bakar standar emisi Euro V.

KALTIMPOST.ID,BALIKPAPAN -PT Pertamina (Persero) secara resmi menandai tonggak sejarah baru dengan dimulainya operasi awal Unit Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex di Kilang Balikpapan, Kaltim, bertepatan dengan Hari Pahlawan.

Peristiwa ini merupakan kemajuan signifikan dalam pelaksanaan proyek strategis nasional, yaitu Proyek Pengembangan Kilang Minyak (Refinery Development Master Plan/RDMP) Balikpapan.

Unit RFCC Complex diposisikan sebagai jantung dari modernisasi kilang. Keberadaannya dirancang untuk meningkatkan mutu produksi bahan bakar hingga mencapai standar Euro V, sekaligus mengoptimalkan efisiensi dan mendongkrak nilai ekonomi dari seluruh produk yang dihasilkan Pertamina.

Proyek RDMP Balikpapan, yang dikelola oleh PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) melalui anak perusahaannya, PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB), menelan total investasi sekitar USD 7,4 miliar (sekitar Rp 120 triliun). Proyek kilang terbesar di Indonesia ini juga diakui sebagai salah satu inisiatif strategi terpenting di Asia Tenggara.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Diduga Gunakan Etanol Impor untuk Pertamax Green 95, Mendukung Net Zero Emission 2060, Ini Alasannya!

“Awal dari pengoperasian Unit RFCC Complex ini merupakan langkah krusial dalam tahap start-up unit pengolahan utama,” jelas Milla Suciyani, Pjs Corporate Secretary KPI, dalam keterangan resminya, seraya menambahkan bahwa kegiatan ini juga disertai doa bersama untuk memperlancar seluruh operasional.

Acara doa bersama tersebut melibatkan jajaran komisaris, direksi, dan manajemen KPI dan KPB, serta seluruh staf kilang. Melalui RDMP Balikpapan, kapasitas pengolahan minyak mentah ditingkatkan secara drastis, dari 260.000 menjadi 360.000 barel per hari.

Infrastruktur penunjang yang telah selesai dibangun meliputi fasilitas sandar Kapal Titik Tunggal (Single Point Mooring/SPM) berkapasitas 320.000 DWT, dua tangki penyimpanan minyak berkapasitas total 1 juta barel, serta unit pemurnian LPG dengan kapasitas 43.000 ton per tahun.

Milla menyoroti bahwa peran proyek ini sangat strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional, sehingga mendapat dukungan penuh dari pemerintah.

“RDMP Balikpapan tidak hanya memperkuat swasembada energi dan upaya hilirisasi industri. Proyek ini juga menegaskan peran Pertamina sebagai pilar utama transformasi energi, menuju kemandirian dan keinginan,” paparnya.

Kilang yang telah dimodernisasi ini diproyeksikan mampu memproduksi bensin, solar, avtur, dan LPG dengan standar emisi Euro V, yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, produksi LPG akan meningkat signifikan hingga 336.000 ton per tahun, mendukung transisi ke sumber energi yang lebih bersih.

Dari sisi ekonomi, proyek ini diperkirakan dapat menekan angka impor BBM hingga Rp68 triliun per tahun dan menyumbangkan sekitar Rp 514 triliun bagi Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Baca Juga: Siap-siap Meluncur! BBM Nabati Bobibos, Inovasi Energi Ramah, Harga Lebih Murah dari SPBU Pertamina

Dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang melampaui 35 persen, proyek ini juga menciptakan lebih dari 24.000 lapangan pekerjaan saat puncak konstruksi. Pertamina turut memperkuat komitmennya melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR) di bidang pendidikan, kesehatan, dan lingkungan.

KPI berkomitmen penuh untuk mengoperasikan bisnis minyak dan petrokimia dengan berpegang pada prinsip Environment, Social & Governance (ESG). Sebagai anggota United Nations Global Compact (UNGC), perusahaan menjunjung tinggi Sepuluh Prinsip Universal dalam setiap kegiatan operasionalnya.

KPI memiliki target jangka panjang untuk menjadi perusahaan kilang dan petrokimia kelas dunia yang fokus pada aspek kelestarian lingkungan, tanggung jawab sosial, serta tata kelola perusahaan yang transparan dan berkelanjutan. (*)

Editor : Uways Alqadrie
#RFCC #kilang #pertamina #balikpapan