BALIKPAPAN - Komisi III DPRD Balikpapan melakukan rapat dengar pendapat (RDP) terkait kubangan RT 37 Kelurahan Graha Indah. Lokasi tewasnya enam anak tenggelam pada Senin (17/11) sore.
Ketua RT 37 Kelurahan Graha Indah Andi Firmansyah mengatakan, sebenarnya lokasi lahan sudah digusur turun sekitar 10 meter. Kemudian dilakukan penimbunan ke arah lokasi permukiman hingga akhirnya terbentuk lumpur hidup.
Kedalamannya kurang lebih satu setengah meter. Andi menyebutkan, selama ini anak-anak sering bermain karena kondisi becek dan setelah hujan air bisa terlihat jernih.
"Karena air jernih itu anak-anak datang untuk bermain dan mandi," katanya dalam RDP yang berlangsung di ruang rapat gabungan, Selasa (18/11).
Lebih lanjut, saat kejadian disebutkan total ada tujuh anak di lokasi tersebut. "Anak-anak mandi karena mereka melihat airnya jernih dan mengira tidak dalam," sebutnya.
Total hanya ada enam anak yang mandi, mereka semua tenggelam. Empat di antaranya adalah saudara kandung. Tersisa anak yang paling kecil atau bungsu berusia 4 tahun memang tidak ikut mandi.
Dia pulang ke rumah dan memberi tahu ibunya. Bahwa kakak, teman, dan anak dari tantenya tenggelam di bagian pojok lokasi. Anak ini yang menyampaikan informasi pertama tentang insiden anak tenggelam.
"Selama ini anak-anak tidak pernah mandi di situ biasanya hanya bermain air," tuturnya. Jarak rumah para korban ke lokasi sekitar 500 meter. Mereka memang biasa berjalan kaki.
Bagi warga yang sudah terbiasa, jarak ini cukup terasa dekat. Apalagi akses turun ke lokasi juga cukup mudah. Kronologi kejadian setelah pulang mengaji, anak-anak jalan bersama.
Lalu mereka saling mengajak mandi di lokasi tersebut. Pasalnya karena melihat air jernih dan mengira tidak dalam. Bahkan mereka ambil posis untuk melompat dan ternyata terjebak di lumpur.
"Empat anak ditemukan dalam posisi berangkulan, diduga saling mencoba menolong," tuturnya. Kejadian ini menjadi duka mendalam bagi warga Kota Minyak.
Editor : Muhammad Ridhuan