Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Harga Cabai di Balikpapan Tembus Rp 100 Ribu per Kg Jelang Lebaran 2026

Dina Angelina • Selasa, 10 Maret 2026 | 16:21 WIB

 

 

 MEROKET: Stok cabai merah di salah satu pasar tradisional Balikpapan yang harganya melonjak naik hingga Rp 100 ribu per kilogram.
MEROKET: Stok cabai merah di salah satu pasar tradisional Balikpapan yang harganya melonjak naik hingga Rp 100 ribu per kilogram.

BALIKPAPAN - Harga sejumlah bahan pokok di Balikpapan mulai merangkak naik menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Komoditas cabai kini menyentuh harga Rp 100 ribu per kilogram, jauh melampaui harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 60 ribu akibat tingginya permintaan dan kendala pasokan dari luar daerah.

Dinas Perdagangan Balikpapan melihat kenaikan harga terjadi pada komoditas pangan bumbu-bumbuan. Seperti cabai dan tomat, semua cita rasa masakan membutuhkan rempah tersebut.

“Misalnya cabai sudah menyentuh Rp 100 ribu per kilogram. Seharusnya harga eceran tertinggi sekitar Rp 60 ribu,” kata Kepala Dinas Perdagangan Haemusri Umar.

Dia menjelaskan, produksi cabai lokal dari program pangan lestari tentu tidak cukup memenuhi kebutuhan kota. Sehingga tetap butuh pasokan dari luar daerah.

Kenaikan harga salah satunya dipicu dari faktor cuaca juga dari daerah produsen. “Kemudian permintaan di daerah lain juga tinggi yang membuat pasokan supply ke Balikpapan berkurang,” ungkapnya.

Namun dia menegaskan, pasokan bahan pokok secara umum masih aman dalam menyambut momen Idul Fitri. Terlebih Balikpapan merupakan salah satu pusat distribusi barang.

Hanya persoalannya dari sisi harga. “Apalagi gaya hidup warga di sini berapa saja harganya tetap dibeli selama stok tersedia,” ujarnya.

Mengatasi hal tersebut, pihaknya akan melakukan intervensi melalui kegiatan pasar murah. Sehingga bisa tetap menjaga stabilitas harga bahan pokok.

Terbaru pasar murah digelar tim pengendali inflasi daerah (TPID) dan Kementerian Agama (Kemenag). Berlokasi di halaman Kantor Kemenag selama 10-11 Maret 2026.

Total ada tujuh tenant yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok. Seperti beras, gula, minyak, daging, telur, aneka makanan ringan, dan lainnya.

Selanjutnya TPID bekerja sama dengan Kadin Balikpapan akan menggelar pasar murah pada akhir Ramadhan. “Kita pusatkan di satu tempat saja karena sebelumnya sudah biasa di kecamatan,” tutupnya.  (*)

Editor : Ismet Rifani
#harga cabai meroket #Haemusri Umar #Idul Fitri 2026 #DINAS PERDAGANGAN BALIKPAPAN