KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Arus balik pasca-Lebaran 2026 masih tinggi di Bandara SAMS Sepinggan. Tingkat keterisian penumpang atau okupansi penerbangan, khususnya rute kedatangan ke Balikpapan, bahkan mencapai 100 persen.
Lonjakan ini dipicu oleh masyarakat yang kembali dari luar kota. Meski masa libur resmi telah berakhir, permintaan tiket menuju Balikpapan tetap tinggi.
Pihak Lion Air Balikpapan mencatat, pergerakan penumpang di terminal kedatangan masih padat. Sementara itu, arus keberangkatan dari Balikpapan mulai menunjukkan penurunan.
Baca Juga: Ternyata Salah Ketik; Cerita Pendek Karya Sahari Nor Wakhid
Station Manager Lion Air Balikpapan, Arif, menyebut hampir seluruh penerbangan dari dan menuju Balikpapan dalam kondisi penuh.
“Hampir semua pesawat yang landing dari dan menuju Balikpapan penuh sampai hari ini. Namun, jumlah penumpang yang datang lebih banyak dibandingkan yang berangkat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tingkat okupansi maskapai berlogo singa tersebut memang bisa mencapai 100 persen saat musim ramai (peak season). Adapun pada periode normal (low season), keterisian kursi berkisar di angka 70 persen.
Permintaan tinggi ini menunjukkan arus balik Lebaran belum sepenuhnya berakhir. Masyarakat masih melakukan perjalanan dari luar kota ke Balikpapan.
Arif juga mengimbau calon penumpang agar merencanakan perjalanan dengan baik, termasuk menyiapkan tiket pulang lebih awal. Hal ini penting untuk menghindari kesulitan mendapatkan tiket, seperti yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Dari sisi operasional, Lion Air memastikan seluruh penerbangan berjalan normal tanpa pengurangan frekuensi. Meski demikian, terdapat kendala dalam distribusi avtur yang membutuhkan waktu lebih lama, serta adanya kenaikan harga bahan bakar.
Kondisi tersebut dipengaruhi situasi global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah. Namun, operasional penerbangan tetap berjalan sesuai jadwal.
Saat ini, Lion Air mengoperasikan sekitar 30 hingga 36 penerbangan per hari dari dan menuju Balikpapan. Rute yang tersedia mencakup berbagai kota di Jawa, Sulawesi, hingga Batam, Kepulauan Riau.
Ke depan, Lion Air Group juga berencana membuka rute internasional Balikpapan–Kuala Lumpur pulang-pergi. Penerbangan perdana dijadwalkan mulai Juni mendatang.
“Kami akan menggunakan Malindo dengan frekuensi satu kali sehari atau tujuh kali dalam seminggu,” jelas Arif.
Sementara itu, untuk rute domestik, maskapai menilai kapasitas yang ada saat ini masih mencukupi kebutuhan pasar. (*)
Editor : Ery Supriyadi