KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Aliansi Balikpapan Bergerak (Barak) menggelar aksi demo di depan Kantor DPRD Kota Balikpapan pada Senin (15/6/2026).
Gabungan lembaga mahasiswa ini menuntut Presiden Prabowo Subianto untuk mengevaluasi kebijakan kenaikan harga BBM serta program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Koordinator lapangan Wisnu Nugroho mengatakan, isu utama yang dibawa dalam aksi ini soal kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) khususnya Pertamax. Sementara jenis Pertalite susah diakses masyarakat.
“Karena hanya ada 5 SPBU di Balikpapan menyalurkan Pertalite,” katanya. Selain itu, Aliansi Barak meminta Presiden RI Prabowo Subianto mengevaluasi kebijakan makan bergizi gratis (MBG) dan koperasi desa/kelurahan merah putih.
Baca Juga: Anak Panti Asuhan di Balikpapan Meninggal Diduga Akibat Penganiayaan, Polisi Selidiki Kasus
“Defisit APBN sudah Rp200 triliun, tapi bagaimana sikap presiden. APBN jangan hanya disalurkan ke program MBG dan koperasi desa. Tapi perlu ke subsidi energi juga,” bebernya.
Dia memohon agar presiden mengevaluasi terkait dua kebijakan tersebut. Mengingat masyarakat juga membutuhkan subsidi energi. Apalagi efek domino kenaikan BBM sangat besar ke banyak hal.
“Bahan Pokok sampai transportasi semua ikut naik,” imbuhnya. Aliansi Barak juga mengawal 9 poin tuntutan daerah. Terutama masalah meningkatnya aksi begal yang kian marak dan meresahkan masyarakat.
“Selama ini di daerah Kilo (Balikpapan Utara) sudah banyak korbannya dari mahasiswa dan warga,” imbuhnya. Dia berharap ada keseriusan pemerintah daerah mengatasi masalah tersebut. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo