Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Dukung Swasembada Pangan, DPRD Balikpapan Dorong Inovasi Pertanian Modern dan Urban Farming  

Dina Angelina • Minggu, 28 Juni 2026 | 11:44 WIB
Anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Japar Sidik.

 
Anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Japar Sidik.  

 

KALTIMPOST.ID,BALIKPAPAN — DPRD Balikpapan mendukung program ketahanan pangan dengan konsep urban farming bisa terwujud di Kota Minyak. Solusi konkret dan paling mudah menghadapi keterbatasan lahan di wilayah perkotaan seperti Balikpapan.

Anggota Komisi II DPRD Balikpapan Japar Sidik menjelaskan, negara-negara maju seperti Jepang terbukti dapat memanfaatkan ruang terbatas secara optimal. Bahkan atap rumah disulap menjadi lahan persawahan yang produktif.

Menurutnya, masyarakat di perkotaan harus jeli membaca peluang dari urban farming. Sehingga tidak ada alasan keterbatasan lahan. Kegiatan ini bisa dilakukan mulai dari setiap individu terlebih dahulu.

Dia meyakini potensi pertanian tetap ada dan besar. “Namun tergantung masyarakat dan pemerintah mau memaksimalkannya dan memastikan tidak ada lagi lahan tidur yang sia-sia,” ujarnya.

Selain itu, program ketahanan pangan dapat optimal berjalan dengan bantuan inovasi dan penerapan teknik modern. Misalnya mempersingkat masa panen dan mendongkrak pendapatan petani.

“Seperti metode pemupukan dan diversifikasi bibit unggul harus dilakukan agar masa kelola tanam jauh lebih efisien,” bebernya. Targetnya mampu memangkas waktu produksi secara signifikan.

Dengan begitu, perputaran ekonomi petani semakin cepat. “Jika dulu panen butuh waktu enam bulan, bagaimana caranya dipercepat menjadi tiga bulan saja,” sebutnya.

Sementara di sisi lain, Japar turut menyoroti tren penurunan minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Saat ini banyak sarjana dan pemuda desa yang memilih merantau ke kota dan enggan kembali ke daerah.

Baca Juga: Pertahankan Permainan Tradisional, Polsek Long Ikis Gelar Lomba Sumpit Paser Antar-Desa

Mereka berpendapat sektor industri lebih menjanjikan secara finansial. Fenomena ini memicu maraknya alih fungsi lahan hijau menjadi kawasan industri seperti yang terjadi di Pulau Jawa.

​Jika kondisi ini terus dibiarkan dan tanpa ada upaya antisipasi, Japar khawatir status swasembada pangan Indonesia akan terancam dan ketergantungan pada impor semakin meningkat.

Dia mendukung penuh langkah Kementerian Pertanian yang mendorong para sarjana pertanian turun ke daerah. “Tepatnya melalui program diversifikasi demi mendongkrak produktivitas nasional,” tandasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#Jafar Sidik #ketahanan pangan #urban farming #DPRD Balikpapn