KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Pergeseran gaya hidup masyarakat mendorong Plaza Balikpapan memprioritaskan sektor makanan dan minuman sebagai penggerak utama aktivitas bisnis pusat perbelanjaan. Tidak hanya memperbanyak jumlah tenant, pengelola juga menyesuaikan komposisi penyewa dengan tren kuliner yang sedang berkembang, terutama makanan Korea dan Jepang yang dinilai memiliki permintaan tinggi.
Hal ini dikatakan General Manager Plaza Balikpapan Aries Adriyanto, bahwa pola belanja masyarakat saat ini sudah jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Jika sebelumnya tenant fesyen menjadi magnet utama pusat perbelanjaan, kini bisnis kuliner justru menjadi alasan terbesar masyarakat datang ke mal.
Baca Juga: Sawit Kaltim Dihadapkan Tantangan Global, GAPKI Minta Produktivitas Naik Tanpa Buka Lahan Baru
"Untuk saat ini memang yang paling dominan masih F&B. Kalau fashion mungkin orang belinya dua sampai tiga kali dalam setahun, tetapi kalau makanan orang datang berkali-kali karena memang menjadi kebutuhan," kata Aries.
Perubahan perilaku konsumen tersebut menjadi dasar pengelola untuk menghadirkan berbagai tenant. Konsep tenant yang dipilih tidak hanya beragam, tetapi juga mengikuti perkembangan selera pasar agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: Surplus Neraca Dagang Kaltim Tembus USD1,51 Miliar, Tertinggi Sepanjang 2026
Menurut Aries, makanan khas Korea dan Jepang menjadi dua kategori yang paling banyak diminati sehingga memperoleh perhatian khusus dalam proses seleksi tenant. Kehadiran merek-merek dengan konsep tersebut diharapkan mampu menarik kalangan muda maupun keluarga yang kini menjadikan wisata kuliner sebagai bagian dari aktivitas rekreasi.
"Kalau melihat tren sekarang, masyarakat memang banyak mencari makanan Korea dan Jepang. Karena itu variasi tenant kuliner nanti juga akan mengikuti permintaan pasar agar pilihan pengunjung semakin banyak," jelasnya.
Ia menilai, keberadaan tenant kuliner tidak hanya berdampak pada peningkatan jumlah pengunjung, tetapi juga mampu memperpanjang durasi masyarakat berada di dalam pusat perbelanjaan. Semakin lama pengunjung berada di mal, peluang mereka berbelanja di tenant lain juga semakin besar.
Kondisi tersebut, lanjut Aries, membuat sektor F&B menjadi salah satu bisnis yang paling diminati investor maupun pelaku usaha untuk melakukan ekspansi. Seiring pertumbuhan aktivitas ekonomi Balikpapan, kebutuhan terhadap ruang usaha kuliner juga terus meningkat.
Proses penjajakan dengan calon tenant baru dan penyewa lainnya masih berjalan. Pengelola optimistis seluruh ruang usaha dapat terisi. Aries berharap penguatan sektor F&B mampu meningkatkan daya saing Plaza Balikpapan di tengah berkembangnya industri ritel di Balikpapan.
"Pusat perbelanjaan modern tidak lagi sekadar menjadi tempat berbelanja, tetapi juga destinasi kuliner, hiburan, dan ruang berkumpul yang mampu memenuhi perubahan gaya hidup masyarakat," ucapnya. (*)
Editor : Duito Susanto