KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Budiono meminta PT PLN memberikan kompensasi kepada masyarakat yang terdampak pemadaman listrik bergilir di Kota Balikpapan. Menurutnya, gangguan pasokan listrik tidak hanya menghambat aktivitas sehari-hari, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi hingga berpotensi merusak peralatan elektronik.
Budiono mengatakan pemadaman yang terjadi pada jam kerja berdampak langsung terhadap produktivitas masyarakat, pelaku usaha, hingga pelayanan publik. Kondisi tersebut dinilai merugikan karena aktivitas ekonomi terhenti dan berbagai pekerjaan tidak dapat berjalan normal.
"Dengan adanya blackout atau pemadaman bergilir, masyarakat sangat dirugikan. Apalagi jika terjadi pada jam-jam kerja, otomatis produktivitas sangat terganggu. Ini jelas menjadi kerugian bagi masyarakat," kata Budiono, Senin (13/7/2026).
Ia berharap PLN segera menuntaskan perbaikan sistem kelistrikan agar pasokan listrik di Balikpapan kembali normal. Menurutnya, masyarakat membutuhkan kepastian agar aktivitas sehari-hari dan roda perekonomian tidak terus terganggu.
Selain percepatan pemulihan, Budiono juga meminta PLN memberikan kompensasi kepada pelanggan yang mengalami kerugian akibat pemadaman, terutama apabila terjadi kerusakan pada peralatan elektronik maupun hilangnya produktivitas kerja.
Baca Juga: Jalur Mandiri UINSI Samarinda Dibuka, Tanpa Batas Usia dan Kesempatan Kuliah untuk Semua Kalangan
"Untuk di Kalimantan, khususnya Balikpapan, kami berharap ada kompensasi atas kerugian yang dialami masyarakat, termasuk apabila terjadi kerusakan pada barang elektronik. Pemadaman pada siang hari sangat mengganggu dan merugikan masyarakat," tegasnya.
Budiono menambahkan, gangguan kelistrikan di sejumlah wilayah Indonesia sebelumnya telah menjadi perhatian serius. Karena itu, ia berharap penyebab gangguan di sistem kelistrikan Kalimantan dapat segera diatasi sehingga pemadaman bergilir tidak kembali terjadi.(*)