Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Motor Listrik Jadi Peluang Besar bagi Pelaku Industri

Hernawati • Sabtu, 24 Agustus 2024 | 05:30 WIB
Salah satu motor listrik di Indonesia.
Salah satu motor listrik di Indonesia.

KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama dalam industri kendaraan listrik, terutama di segmen sepeda motor listrik.

Asosiasi Ekosistem Mobilitas Listrik (AEML) melihat potensi ini sebagai peluang bisnis yang mesti diakses dengan cepat oleh pelaku industri dan masyarakat.

Riam Ernest, sekretaris jenderal AEML mengatakan bahwa di Indonesia yang menggunakan sepeda motor berbahan bensin ada sekitar 120 juta motor sedangkan baru sekitar pemakai motor listrik baru mencapai 100 ribu atau hanya 0,1 persen dari total populasi sepeda motor.

Fakta ini menunjukkan bahwa Indonesia berpotensi mengembangkan dan memproduksi sepeda motor listrik sendiri guna memperkuat ekosistem kendaraan listrik Tanah Air.

 “Sudah sekian tahun kita merakit sepeda motor di Indonesia. Masak kita nggak bisa buat (motor listrik, Red). Makanya, Gesits lahir, Alva lahir, Electrum lahir. Kami di AEML ingin mengawal ekosistem ini supaya terus bisa bertahan,” tuturnya kemarin (23/8).

Menurut dia, pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia adalah langkah strategis jangka panjang. Oleh sebab itu, peran pemerintah sangat krusial dibutuhkan dalam memberikan dukungan nyata untuk memudahkan pelaku usaha di industri ini, seperti melalui pemberian insentif.

 ’’Kontribusi pemerintah, insentif dari pemerintah, itu terus kita galakkan. Dan, kita diskusi sama-sama dengan pemerintah karena lesson learned dari Tiongkok yang sukses memang harus perlu ada banyak dukungan dari pemerintah di tengah berbagai pekerjaan rumah pemerintah yang fiskalnya banyak,” urainya.

AEML memiliki anggota industri lokal motor listrik. Misalnya, Electrum, Alva, Viar, hingga Volta. ’’Mereka industri lokal yang terus fight di industri ini. Kami berdiskusi, berdialog, dan kami sadar rekan-rekan stakeholder dari sisi pemerintah juga senang kok kalau dapat teman diskusi,” ucapnya.

Sementara itu, Putu Juli Andika, pelaksana tugas Direktur Jenderal Industri Logam, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin mengumumkan penambahan target kuota subsidi sepeda motor listrik di 2024. Usai direvisi, target subsidi ini meningkat dari 50 ribu jadi 60 ribu unit. ’’Ada tambahan 10 ribu on top dari 50 ribu yang telah terealisasi. Dari 10 ribu itu, sudah terealisasikan 3.934 unit,’’ terangnya. (agf/c7/dio)

Editor : Hernawati
#Asosiasi Ekosistem Mobilitas Listrik #motor listrik #pelaku usaha