KALTIMPOST.ID, Pada Senin (7/10/2024), seluruh jajaran pengurus PT Net Visi Media Tbk (NETV), pengelola kanal televisi NET, secara kompak mengundurkan diri.
Pengunduran diri ini dilakukan menjelang akuisisi besar-besaran oleh emiten rumah produksi PT MD Entertainment Tbk (FILM).
Akuisisi ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan bisnis konten MD Entertainment melalui televisi.
Dalam keterbukaan informasi, diumumkan bahwa seluruh jajaran direksi dan komisaris NETV, yang terdiri dari lima anggota direksi dan tiga komisaris, telah menyerahkan surat pengunduran diri.
Direktur Utama NETV, Deddy Hariyanto, bersama dengan beberapa pengurus lainnya, turut mengundurkan diri sebagai bagian dari perubahan yang sedang berlangsung.
Baca Juga: Harta Gubernur Kalsel Sahbirin Noor Meningkat di Tengah Kasus Suap dan Gratifikasi
Langkah ini diambil sebagai bagian dari proses akuisisi yang diusulkan oleh FILM. Dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,65 triliun, FILM berencana mengambil alih 80,05 persen saham NETV.
Tujuannya adalah untuk memperluas distribusi konten MD Entertainment melalui saluran televisi, yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan perusahaan dalam jangka panjang.
Akuisisi ini dianggap sebagai peluang besar bagi kedua belah pihak. Dengan bergabungnya NETV ke dalam grup MD Entertainment, perusahaan televisi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saingnya di pasar.
Selain itu, akses ke kapabilitas produksi konten FILM akan memperkuat posisi NETV dalam industri televisi nasional.
Dalam skenario ini, kinerja NETV diperkirakan akan mengalami peningkatan signifikan. Dengan akses langsung ke kapabilitas produksi FILM, NETV dapat lebih kompetitif dan mampu menawarkan konten-konten berkualitas tinggi di pasar televisi.
Tidak hanya itu, hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan top-line FILM melalui kontribusi yang signifikan dari NETV.
Baca Juga: Gubernur Sahbirin Noor Belum Ditahan, Wakil Ketua KPK Beri Penjelasannya
FILM sendiri telah memperoleh pembiayaan yang diperlukan untuk akuisisi ini melalui pinjaman bank sebesar Rp 795 miliar.
Dana tersebut akan digunakan untuk membeli 75 persen tagihan Newton Capital Limited terhadap NETV, serta melakukan konversi utang menjadi saham.
Dengan demikian, transaksi ini akan memberikan landasan finansial yang kuat bagi pengembangan bisnis di masa mendatang.
Selain pembelian saham Seri B, FILM juga berencana membeli saham Seri A yang dimiliki oleh beberapa pemegang saham besar NETV, dengan total nilai transaksi sebesar Rp 1,65 triliun.
Proses ini akan diselesaikan setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 4 Oktober 2024.
Baca Juga: Alasan Rumah Dinas DPR Dianggap Tak Layak, Tunjangan Perumahan Diberikan Setiap Bulan
Akuisisi NETV oleh MD Entertainment juga akan diiringi dengan peningkatan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD I) atau private placement.
Ini akan memperkuat struktur permodalan dan mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Dalam beberapa tahun terakhir, NETV telah berjuang untuk tetap kompetitif di industri televisi nasional yang sangat dinamis.
Dengan masuknya MD Entertainment, NETV diharapkan mampu bangkit kembali dan menjadi pemain utama di pasar televisi Indonesia. (*)
Dapatkan info dan berita update lain dari Kaltim Post. Gabung/join dengan klik >> Whatsapp Channel Kaltim Post
Editor : Dwi Puspitarini