KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Sektor korporasi di Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan ketahanan dan kontribusi positif bagi perekonomian daerah. Penyaluran kredit kepada korporasi di Bumi Etam tercatat tumbuh positif pada triwulan IV 2024, dengan risiko kredit yang relatif terjaga di level rendah.
Data terbaru menunjukkan, penyaluran kredit korporasi pada periode Oktober hingga Desember 2024 tumbuh sebesar 4,10 persen secara year-on-year (yoy).
Baca Juga: Jajal Teknologi New Honda PCX160 RoadSync, Jurnalis Balikpapan Menikmati Sensasi Smart Riding
“Meskipun pertumbuhan ini sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 10,07 persen (yoy), namun angka ini masih lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit secara agregat di Kaltim yang tercatat sebesar 4,05 persen (yoy),” ungkap Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Budi Widihartanto.
Lebih menggembirakan lagi, kualitas kredit korporasi di Kaltim tergolong sangat baik. Tingkat Non-Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah pada sektor korporasi tercatat rendah. Hanya sebesar 0,72 persen pada triwulan IV 2024.
Angka itu jauh di bawah batas aman yang ditetapkan, menunjukkan pengelolaan risiko kredit yang bijaksana di kalangan korporasi.
Baca Juga: Ekspor Balikpapan Tunjukan Tren Positif di Februari, Tapi Terkontraksi Secara Kumulatif
“Sektor korporasi juga memegang peranan yang dominan dalam penyaluran kredit di Kaltim. Pangsa kredit korporasi mencapai 65,21 persen dari total penyaluran kredit,” lanjut dia.
Hal tersebut mengindikasikan bahwa aktivitas bisnis dan investasi skala besar di Kaltim masih berjalan dengan baik dan didukung oleh ketersediaan pembiayaan dari perbankan.
Sejalan dengan pertumbuhan kredit, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) dari sektor korporasi di Kaltim juga menunjukkan tren positif. Pada triwulan IV 2024, Budi menyebut jika DPK korporasi tumbuh sebesar 31,95 persen (yoy), bahkan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang sebesar 26,60 persen (yoy).
Baca Juga: Lima Pelabuhan Utama Kaltim Kompak Dongkrak Nilai Ekspor Februari
Meskipun demikian, pertumbuhan pada masing-masing jenis DPK korporasi menunjukkan dinamika yang berbeda. Tabungan korporasi tumbuh sebesar 35,11 persen (yoy), sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya.
Begitu juga deposito korporasi yang tumbuh sebesar 24,67 persen (yoy), lebih rendah dari pertumbuhan triwulan sebelumnya.
Sebaliknya, giro korporasi justru mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi, yakni sebesar 34,73 persen (yoy) dari 18,21 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya.
“Berdasarkan pangsanya, giro menjadi jenis DPK korporasi yang paling dominan dengan kontribusi sebesar 65,40 persen, diikuti oleh deposito (26,46 persen) dan tabungan (8,15 persen),” kata Budi.
Baca Juga: Catatan Ekspor Kaltim Februari, Industri dan Pertanian Jadi Penyelamat, Tambang Sempat Loyo
Ke depan, diharapkan perbankan di Kaltim dapat terus mendukung pertumbuhan sektor korporasi dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit, sehingga kontribusi sektor ini terhadap perekonomian daerah dapat terus optimal. (*)
Editor : Ery Supriyadi