Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Migas Dongkrak Impor Balikpapan Maret 2025

Ulil Mu'Awanah • Senin, 12 Mei 2025 | 21:52 WIB
Marinda Dama Prianto.
Marinda Dama Prianto.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Kinerja impor Balikpapan pada Maret 2025 menunjukkan pertumbuhan signifikan secara tahunan, didorong terutama oleh lonjakan impor minyak mentah. Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan mencatat nilai impor sebesar 358,65 juta dolar Amerika Serikat (AS), meningkat 69,91 persen dibandingkan Maret 2024.

Lonjakan ini dipicu oleh sektor migas, yang mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 111,51 persen. Kenaikan tertinggi terjadi pada impor minyak mentah yang naik hingga 100 persen, menjadikannya pendorong utama lonjakan kinerja perdagangan luar negeri kota ini.

Sementara itu, impor gas dan hasil minyak justru mengalami penurunan masing-masing sebesar 11,62 persen dan 25,11 persen. Hal tersebut, Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama menjelaskan bahwa kenaikan permintaan dan pengadaan minyak mentah oleh pelaku industri menjadi faktor utama peningkatan nilai impor.

“Lonjakan impor migas, terutama minyak mentah, mencerminkan meningkatnya kebutuhan energi dan bahan baku industri di Balikpapan. Ini bisa menjadi sinyal pemulihan atau ekspansi aktivitas ekonomi di sektor-sektor tertentu,” tuturnya.

Meski demikian, jika dibandingkan secara bulanan, nilai impor Maret 2025 justru turun sebesar 14,20 persen dari Februari 2025. Penurunan ini disebabkan oleh merosotnya impor nonmigas dari 136,29 juta dolar menjadi 64,41 juta dolar atau turun 52,74 persen.

Namun, secara tahunan, impor nonmigas juga menunjukkan pertumbuhan kuat, meningkat 108,17 persen dibandingkan Maret 2024. Hal ini turut memperkuat kenaikan nilai impor keseluruhan.

Dari sisi negara asal, Angola mencatat kenaikan nilai impor tertinggi secara bulanan, yakni sebesar 70,39 juta dolar (100 persen), diikuti Amerika Serikat (38,13 juta dolar/38,13 persen) dan Singapura (5,78 juta dolar/7,34 persen).

Sementara Nigeria mengalami penurunan tajam sebesar 79,58 juta dolar (52,69 persen). Perwakilan Demokratik Kongo tercatat tidak melakukan ekspor ke Balikpapan selama bulan Maret 2025.

Secara kumulatif Januari–Maret 2025, Nigeria masih menjadi negara pengimpor terbesar dengan kontribusi 25,87 persen dari total nilai impor, disusul Singapura dan Angola.

“Data ini menggambarkan dinamika perdagangan yang kompleks, di mana kebutuhan energi menjadi sangat dominan. Di sisi lain, tren ini perlu terus dipantau agar sejalan dengan upaya penguatan neraca perdagangan daerah,” tandasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#minyak mentah #impor #balikpapan #BPS Balikpapan