KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Di tengah tren penurunan ekspor Kaltim secara umum pada April 2025, secercah harapan muncul dari sektor nonmigas. Berdasarkan data terbaru, terjadi pergeseran menarik pada komposisi ekspor nonmigas Kaltim. Golongan barang pupuk tampil sebagai bintang dengan lonjakan nilai ekspor tertinggi dibandingkan bulan sebelumnya.
Tercatat, nilai ekspor pupuk Kaltim pada April 2025 melesat fantastis sebesar USD41,28 juta atau melonjak 295,28 persen dibandingkan Maret 2025. Kenaikan signifikan memberikan kontribusi positif bagi kinerja ekspor nonmigas secara keseluruhan, meskipun belum mampu sepenuhnya menutupi penurunan dari sektor lainnya.
Selain pupuk, beberapa golongan barang nonmigas lainnya juga mencatatkan kenaikan nilai ekspor yang cukup menggembirakan. “Di antaranya adalah golongan barang bahan kimia anorganik yang naik sebesar USD15,35 juta (128,02 persen) dan golongan barang bahan anyaman nabati yang juga mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar USD1,15 juta (103,60 persen),” papar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana.
Sayangnya, di balik kilau pupuk dan beberapa komoditas lainnya, terdapat catatan pada golongan barang lemak dan minyak hewani/nabati. Sektor ini mengalami penurunan nilai ekspor terdalam, mencapai USD145,02 juta atau merosot tajam sebesar 54,10 persen. Penurunan drastis itu menjadi salah satu faktor utama yang menyeret turun kinerja ekspor nonmigas secara keseluruhan.
Selain lemak dan minyak, beberapa golongan barang nonmigas lainnya juga mengalami penurunan nilai ekspor meskipun tidak sedalam sektor tersebut. “Golongan barang bahan bakar mineral tercatat turun sebesar USD31,18 juta (2,63 persen), dan golongan barang berbagai produk kimia juga mengalami penurunan sebesar USD17,29 juta (37,78 persen),” sambungnya.
Meskipun terjadi dinamika pergeseran, data kumulatif selama Januari hingga April 2025 menunjukkan bahwa 10 golongan barang utama (HS 2 digit) masih mendominasi kontribusi ekspor nonmigas Kaltim.
“Mencapai 99,75 persen dari total. Golongan barang bahan bakar mineral masih menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi mencapai 79,20 persen,” ungkap Yusniar.
Perkembangan itu mengindikasikan adanya perubahan tren pada komoditas ekspor nonmigas Kaltim. Kenaikan ekspor pupuk dan bahan kimia anorganik bisa menjadi sinyal positif diversifikasi produk ekspor. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo