KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Menu yang ditawarkan Selat Panjang sangat beragam, terutama dalam sajian ikan bakar seperti baronang, kakap, trakulu, hingga bawal hitam. Semua dipadukan dengan bumbu khas racikan dapur mereka, seperti bumbu kuning, bumbu rica, dan sambal spesial yang menggugah selera.
Salah satu menu paling diminati adalah udang spicy dan garlic yang menjadi favorit banyak pelanggan tetap. Tidak hanya menyajikan seafood, Andri juga sadar bahwa tidak semua orang bisa atau suka mengonsumsi hasil laut.
Maka dari itu, ia menambahkan menu alternatif seperti ayam goreng Binjai, dengan cita rasa gurih dan tekstur luar yang garing namun juicy di dalam.
Bahkan dalam waktu dekat, restoran ini juga akan menghadirkan soto babat sebagai salah satu opsi non-seafood.
“Kita ingin semua orang merasa nyaman makan di sini. Karena ada pelanggan yang alergi atau tidak suka seafood, jadi kami hadirkan juga alternatifnya. Tapi tetap dengan kualitas dan cita rasa khas Selat Panjang,” ujar pria kelahiran Balikpapan, 23 Mei 1991 itu.
Andri juga tidak hanya berfokus pada operasional harian restoran. Baginya, dapur adalah ruang eksperimen. Ia terus melakukan pengembangan menu, mencoba berbagai resep baru, memadukan bahan lokal dengan teknik masak yang lebih modern. Setiap masukan pelanggan menjadi bahan evaluasi, yang kemudian disulap menjadi inovasi baru.
“Saya percaya bahwa makanan enak adalah hasil dari proses yang panjang dan niat yang serius. Tidak bisa asal masak, apalagi kalau sudah menyangkut nama restoran. Inovasi itu penting, tapi jangan lupakan konsistensi rasa,” ungkapnya.
Selain Selat Panjang, Andri juga mengelola usaha lain di bidang kuliner, yakni sate taichan, yang menyasar segmen anak muda dan penggemar street food modern.
Jam operasional Selat Panjang dimulai pukul 11.00 siang hingga 21.30 malam, baik di hari kerja maupun akhir pekan. Menurut Andri, tingkat kunjungan cukup stabil, bahkan cenderung meningkat saat akhir pekan atau musim liburan. Ia juga aktif menjalin komunikasi dengan pelanggan melalui media sosial dan layanan pesan antar.
“Kami ingin pelanggan merasa punya tempat makan favorit. Jadi bukan cuma makan, tapi merasa nyaman dan dilayani dengan baik. Makanya kami selalu terbuka dengan kritik dan masukan,” kata Andri.
Kini, Selat Panjang bukan sekadar restoran seafood. Ia adalah simbol semangat, inovasi, dan cinta pada rasa. Dari Balikpapan yang juga kaya akan hasil lautnya, Andri membuktikan bahwa mimpi bisa diwujudkan, bahkan dari hal sederhana seperti kecintaan terhadap makanan laut.
“Saya percaya, kalau kita konsisten dan jujur dalam menjalankan usaha, hasilnya akan mengikuti. Tantangan pasti ada, tapi jangan menyerah. Selama kita terus belajar dan berinovasi, usaha akan tetap hidup,” tutupnya dengan senyum tenang. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo