BALIKPAPAN - PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) terus meneguhkan peran strategisnya sebagai simpul logistik utama Kalimantan Timur dengan mengakselerasi transformasi operasional dan infrastruktur terminal.
Target jangka panjangnya, menangani 500.000 TEUs per tahun pada 2050, seiring dengan penguatan konektivitas ke Ibu Kota Nusantara (IKN).
Transformasi menyeluruh ini digerakkan oleh program bertahap, mulai dari analisis awal, standarisasi kompetensi operator dan peralatan, implementasi sistem operasi berbasis TOS (Terminal Operating System), hingga integrasi otomatisasi dan data analytics.
“Transformasi ini bukan sekadar perubahan fisik, tetapi juga transformasi budaya kerja dan pola operasi,” ungkap Direktur Utama KKT Enriany Muis, Rabu (30/7).
“Kami membentuk tim taskforce untuk melakukan recovery kondisi, meningkatkan kesiapan alat dan performa terminal. Hasilnya, antrian kapal sudah mulai terurai," lanjutnya.
Data semester pertama 2025 menunjukkan tren positif. Arus peti kemas mencapai 97.088 TEUs, atau 82,8 persen dari target RKAP semester I. Kinerja operasional meningkat, dengan produktivitas bongkar muat domestik mencapai 25 Box/Ship/Hour dan 19 Box/Crane/Hour, melampaui target RKAP masing-masing sebesar 23 dan 17.
Terminal KKT saat ini dilengkapi dengan dermaga sepanjang 270 meter dengan draft -13,5 mLWS, lapangan container yard (CY) seluas 8 hektare, serta didukung oleh 3 unit QCC, 9 RTG, dan 14 head truck. Fasilitas ini menghasilkan kapasitas terminal sebesar 350.000 TEUs per tahun.
Peta konektivitas menunjukkan bahwa KKT sudah terhubung dengan pelabuhan-pelabuhan utama di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Makassar, Bitung, Banjarmasin, hingga Samarinda. Untuk jalur internasional, KKT melayani rute Lianyunggang dan Cebu dengan operator HAIYETONG dan SITC.
Menurut Enriany, pengembangan infrastruktur akan dilakukan dalam empat tahap sesuai Rencana Induk Kepelabuhanan (KM 48/2023). Saat ini kapasitas dermaga masih 270 meter dan yard 8 hektare, namun akan terus diperluas.
KKT sebut Enriany memiliki tiga program untuk jangka pendek (2027–2032) yakni melakukan tambahan dermaga 130 m, CY 4 ha, dan trestle 94,5 m. Jangka menengah (2033–2040) melakukan ekspansi dermaga 250 m dan CY 6,5 ha. Adapun jangka panjang (2041–2050), dermaga diperluas 350 m, dan reklamasi CY seluas 22 ha.
Dengan pengembangan ini, kapasitas akhir pelabuhan diproyeksikan mencapai 500.000 TEUs/tahun dengan yard 32,5 hektare. KKT juga memperkuat konektivitas darat dan laut menuju IKN. Jalur laut ke IKN hanya berjarak 17,32 km dengan waktu tempuh 33 menit, sementara jalur darat 49,2 km dapat ditempuh dalam 1,5 jam melalui akses langsung ke jaringan tol IKN.
“Kami menyadari bahwa peran pelabuhan akan semakin krusial dalam mendukung IKN dan pertumbuhan ekonomi Kalimantan. Karena itu, pengembangan KKT harus adaptif, modern, dan berorientasi jangka panjang,” tegas Enriany.
Dengan didukung sertifikasi internasional seperti ISO 9001, 14001, 45001, 37001 serta status Kawasan Pabean dan Penimbunan Sementara, KKT semakin siap menjadi pelabuhan berstandar global yang tangguh menghadapi tantangan masa depan. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo