Yakni setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah menggelontorkan dana Rp 200 triliun ke sistem perbankan.
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mencatat lonjakan tertinggi, naik 6,83 persen menjadi Rp 4.380 per lembar. Transaksi saham BNI mencapai Rp 308,47 miliar dengan frekuensi lebih dari 16 ribu kali.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) ikut terkerek 4,9 persen ke posisi Rp 4.070 per lembar, ditopang aksi beli asing senilai Rp 71,31 miliar sehari sebelumnya.
Sementara PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menguat 2,95 persen ke Rp 4.530, dengan nilai transaksi menembus Rp 1,14 triliun.
Purbaya menuturkan, kebijakan ini telah mendapat lampu hijau Presiden Prabowo Subianto. Skemanya, dana Rp 200 triliun dipindahkan dari Bank Indonesia ke rekening pemerintah di bank-bank nasional.
“Seperti deposito. Uang itu bisa dipakai bank untuk ekspansi kredit, tapi tetap bisa ditarik kapan saja oleh pemerintah,” katanya seusai rapat terbatas di Istana, Rabu, 10 September 2025.
Pasar membaca sinyal injeksi dana jumbo itu sebagai dorongan baru bagi likuiditas.
Investor ritel ikut menyerbu, sementara analis menilai strategi ini akan memperbesar kemampuan bank menyalurkan pinjaman, meski risiko penarikan sewaktu-waktu oleh pemerintah tetap jadi catatan.
Editor : Uways Alqadrie