KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Di tengah meningkatnya tekanan inflasi dan gangguan pasokan pangan, pergerakan transaksi digital di Balikpapan dan PPU justru menunjukkan kekuatan baru.
QRIS, sistem pembayaran berbasis kode QR yang diinisiasi Bank Indonesia, mencatat lonjakan transaksi yang signifikan sepanjang Oktober 2025. Fenomena ini dianggap sebagai sinyal kuat bahwa daya beli masyarakat tetap terjaga meski harga sejumlah komoditas naik.
Di Balikpapan, pertumbuhan transaksi QRIS pada Oktober mencapai 163,31 persen secara tahunan, lebih tinggi daripada September yang tercatat 150,31 persen. Di PPU, pertumbuhan mencapai 100,29 persen, meski sedikit melambat dari bulan sebelumnya.
"Lonjakan transaksi digital ini beriringan dengan peningkatan optimisme konsumen yang tercermin pada Indeks Keyakinan Konsumen sebesar 123,8," tutur Kepala Bank Indonesia Balikpapan Robi Ariadi.
Pergerakan ekonomi digital ini menjadi poin penting bagi penguatan konsumsi rumah tangga, yang selama ini menjadi pilar utama perekonomian daerah. Robi menyatakan bahwa tren kenaikan transaksi QRIS menunjukkan masyarakat semakin percaya diri dalam melakukan belanja dan pembayaran.
“Pertumbuhan transaksi QRIS yang sangat kuat menunjukkan daya beli masyarakat tetap terjaga. Ini menjadi indikator penting bahwa konsumsi masih solid meskipun ada tekanan inflasi,” jelas Robi.
Ia menilai kehadiran QRIS membantu memperluas aktivitas ekonomi UMKM, mempercepat perputaran uang, serta memudahkan pemantauan transaksi. Dengan semakin banyaknya pedagang yang menggunakan QRIS, ekosistem digital semakin mapan dan mampu menjadi bantalan ekonomi di tengah volatilitas harga pangan.
Robi menilai tingginya transaksi digital juga sejalan dengan perubahan perilaku masyarakat yang kini mengutamakan kecepatan dan keamanan transaksi. Selain itu, peningkatan penggunaan QRIS pada akhir tahun biasanya dipengaruhi peningkatan konsumsi libur panjang, belanja kebutuhan rumah tangga, dan kegiatan perjalanan.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa daya beli tetap harus dijaga melalui stabilisasi harga dan kelancaran pasokan. “QRIS memang membantu memperkuat konsumsi, tetapi stabilitas harga tetap menjadi kunci. Kami terus bersinergi dengan pemerintah melalui TPID untuk memastikan inflasi tetap terkendali,” ucapnya.
Dengan kombinasi penguatan ekonomi digital, pengendalian inflasi, serta mitigasi risiko cuaca, Bank Indonesia optimistis perekonomian Balikpapan dan PPU dapat tetap stabil pada akhir tahun 2025. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo