KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Kinerja ekspor Kalimantan Timur pada November 2025 mengalami tekanan cukup dalam. Penurunan tidak hanya terjadi secara total, tetapi juga merata di sejumlah sektor utama, baik migas maupun nonmigas.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim menunjukkan, kontraksi ekspor kali ini dipicu melemahnya kinerja sektor industri dan pertanian, meski sektor tambang masih mampu menahan laju penurunan.
“Jika dirinci menurut sektor dan dibandingkan dengan bulan sebelumnya, penurunan nilai ekspor total pada November 2025 disebabkan turunnya nilai ekspor pada sektor nonmigas maupun nilai ekspor migas,” ujar Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana.
Pada sektor nonmigas, penurunan paling tajam terjadi pada sektor industri dan pertanian. Yusniar menyebutkan, penurunan ekspor nonmigas dialami sektor industri 33,04 persen dan sektor pertanian bahkan mencapai 76,52 persen. Di tengah kondisi tersebut, sektor tambang justru mencatatkan kenaikan secara bulanan. “Sebaliknya, sektor tambang mengalami peningkatan 2,03 persen,” katanya.
Secara tahunan, tekanan ekspor juga masih terasa kuat. Jika dibandingkan dengan November 2024, penurunan terjadi baik pada sektor migas maupun nonmigas. BPS mencatat, penurunan sektor nonmigas disebabkan turunnya ekspor pada semua sektor nonmigas. Penurunan terdalam terjadi pada ekspor hasil pertanian yang anjlok hingga 73,62 persen.
Selain sektor pertanian, penurunan signifikan juga dialami sektor industri dan pertambangan. Dalam perbandingan year on year, sektor industri mencatat penurunan sebesar 25,47 persen, sedangkan sektor tambang turun 17,52 persen. Mencerminkan masih lemahnya permintaan global terhadap sejumlah komoditas utama Kaltim sepanjang tahun berjalan.
Namun, secara kumulatif Januari hingga November 2025, sektor tambang masih menjadi tulang punggung ekspor. “Pada periode Januari-November 2025, komoditas hasil tambang tetap menjadi andalan ekspor Kaltim dengan peranan 70,23 persen,” kata Yusniar. Dominasi itu menunjukkan ketergantungan ekspor daerah yang masih sangat kuat terhadap sektor ekstraktif.
Sementara itu, hasil industri berada di posisi kedua dengan peranan 20,16 persen, disusul nilai ekspor migas yang berkontribusi 9,51 persen terhadap total ekspor Kaltim sepanjang Januari-November 2025.
Sedangkan sektor pertanian memiliki peranan yang relatif kecil, yakni hanya 0,10 persen, seiring dengan tajamnya penurunan kinerja ekspor sektor tersebut. (*)
Editor : Dwi Restu A