Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Industri Kimia dan Farmasi Dominasi Investasi PMDN Kaltim hingga Triwulan III 2025

Raden Roro Mira Budi Asih • Rabu, 14 Januari 2026 | 17:46 WIB
KONTRIBUSI: Dari 22 subsektor usaha yang berkontribusi, industri kimia dan farmasi mengalami penambahan investasi terbesar.
KONTRIBUSI: Dari 22 subsektor usaha yang berkontribusi, industri kimia dan farmasi mengalami penambahan investasi terbesar.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Kalimantan Timur hingga Triwulan III 2025 menunjukkan konsentrasi kuat pada sektor-sektor tertentu.

Dari 22 subsektor usaha yang berkontribusi, industri kimia dan farmasi tampil sebagai penopang utama nilai investasi daerah.

“Realisasi investasi PMDN yang dapat dicapai sampai dengan Triwulan III 2025 menunjukkan subsektor industri kimia dan farmasi mengalami penambahan investasi terbesar yaitu mencapai Rp7,16 triliun dan memberikan kontribusi terhadap realisasi investasi seluruh sektor usaha yaitu 30,53 persen,” jelas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim Fahmi Prima Laksana.

Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM yang diolah, subsektor tersebut juga tercatat memiliki 73 proyek. Kontributor terbesar kedua berasal dari sektor pertambangan. Fahmi menyebutkan, sektor itu masih menjadi tulang punggung investasi PMDN di Kaltim.

“Sektor pertambangan sebagai kontributor kedua mencapai Rp5,72 triliun atau 24,39 persen,” jelasnya.

Data menunjukkan sektor pertambangan mencatat 706 proyek. Aktivitas investasi tersebut tersebar di berbagai wilayah kabupaten/kota yang selama ini menjadi basis industri ekstraktif.

Di posisi ketiga, sektor jasa lainnya juga memberikan kontribusi signifikan. “Jasa lainnya kontributor ketiga mencapai Rp2,75 triliun atau 11,75 persen,” kata Fahmi.

Secara keseluruhan, total realisasi investasi PMDN Kaltim hingga Triwulan III 2025 tercatat mencapai Rp23,46 triliun dari 8.801 proyek, yang tersebar di sektor primer, sekunder, dan tersier. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#farmasi #industri kimia #kaltim #realisasi investasi #kalimantan timur