KALTIMPOST.ID, Harga perak murni produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mencetak sejarah.
Pada Jumat, 23 Januari 2026, harga perak Antam resmi menembus level psikologis Rp 60.000 per gram dan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa.
Berdasarkan pantauan dari laman Logam Mulia, harga perak Antam melonjak Rp 3.050 dalam sehari ke posisi Rp 60.600 per gram.
Capaian ini menandai all time high (ATH) baru setelah sebelumnya harga sempat berfluktuasi cukup tajam sepanjang pekan.
Sehari sebelumnya, Kamis (22/1/2026), harga perak Antam sempat terkoreksi Rp 1.650 ke level Rp 57.550 per gram.
Bahkan pada Rabu (21/1/2026), harga perak sempat melemah sebelum kembali menguat dan mencetak rekor di Rp 59.350 per gram.
Baca Juga: Harga Emas UBS dan Galeri24 Hari Ini, Jumat 23 Januari 2029: Turun setelah Cetak Level Tertinggi
Lonjakan tajam harga perak domestik ini terjadi seiring reli harga perak global yang terus berlanjut.
Hingga Kamis (22/1) waktu Amerika Serikat, harga perak spot dunia melonjak ke level US$ 96,58 per troy ons, mendekati US$ 97 per ons.
“Penguatan harga perak terjadi seiring perkembangan ketegangan geopolitik, dolar AS yang melemah, dan ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve,” dikutip dari CNBC.
Selain faktor geopolitik dan arah kebijakan moneter, permintaan investasi dan konsumsi industri yang tetap kuat turut mendorong reli harga perak dunia.
Sepanjang tahun 2026, harga perak global telah melesat sekitar 31%, melanjutkan lonjakan hampir 150% sepanjang 2025.
Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Jumat, 23 Januari 2026: Raja Emas Indonesia Stabil, Lakuemas Naik Tipis
Namun di tengah euforia tersebut, analis mulai mengingatkan adanya risiko di balik lonjakan harga yang terlalu cepat.
Chief Strategist BCA Research, Roukaya Ibrahim, menilai harga perak saat ini mulai memasuki fase jenuh beli.
Meski prospek jangka menengah hingga panjang masih dinilai positif, investor diminta lebih berhati-hati.
“Kami masih memandang prospek makro dan geopolitik memberikan dukungan bagi harga perak dalam jangka menengah dan panjang. Terlebih, kami telah bersikap bullish terhadap perak dalam matriks komoditas kami selama setahun terakhir,” ujar Roukaya Ibrahim dalam laporan BCA Research.
Baca Juga: Harga Emas UBS dan Galeri24 Hari Ini, Kamis 22 Januari 2029: Pegadaian Cetak Level Tertinggi
Ia menilai, lonjakan harga perak belakangan ini tidak sepenuhnya dapat dijustifikasi oleh fundamental.
Menurutnya, pergerakan harga mulai dipengaruhi oleh perilaku fear of missing out (FOMO) di pasar.
“Perak, bersama logam mulia lainnya, mulai menunjukkan indikasi pembelian berbasis fear of missing out (FOMO),” jelasnya.
Roukaya juga menegaskan bahwa spekulasi pasar yang terlalu dominan berpotensi membuat reli harga tidak berkelanjutan.
Beberapa sentimen positif seperti inflasi global dan ketidakpastian geopolitik dinilai sudah tercermin dalam harga saat ini.
Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Kamis, 22 Januari 2026: Raja Emas Indonesia Naik, Lakuemas Ikut Menguat
Ia pun membantah anggapan bahwa kebijakan ekspor perak China menjadi pemicu kelangkaan pasokan global.
“Pada dasarnya tidak ada perubahan dalam kebijakan ekspor perak China. Kewajiban eksportir untuk memperoleh lisensi hanyalah kelanjutan dari kebijakan tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.
Di sisi lain, harga produk perak Antam dengan bobot besar ikut terdorong naik.
Baca Juga: Harga Emas UBS dan Galeri24 Hari Ini, Rabu 21 Januari 2026: Pegadaian Catat Kenaikan Signifikan
Rincian Harga Perak Antam Hari Ini
Bagi masyarakat yang ingin membeli dalam satuan lebih besar, berikut adalah rincian harga perak Antam per 23 Januari 2026:
- Perak Murni 250 Gram: Rp 15.550.000 (Dasar) / Rp 17.250.500 (Termasuk PPN 11%).
- Perak Murni 500 Gram: Rp 30.300.000 (Dasar) / Rp 33.633.000 (Termasuk PPN 11%).
- Perak Heritage 31,1 Gram: Rp 2.432.499 (Dasar) / Rp 2.700.074 (Termasuk PPN 11%).
- Perak Heritage 186,6 Gram: Rp 13.473.256 (Dasar) / Rp 14.955.314 (Termasuk PPN 11%). ***