KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Meski nilai total ekspor turun dibandingkan bulan sebelumnya, struktur ekspor Balikpapan pada Januari 2026 beberapa negara justru mencatat lonjakan permintaan, terutama Malaysia dan India.
Manun Tiongkok tetap menjadi pasar utama dengan nilai ekspor USD 180,24 juta atau berkontribusi 35,21 persen terhadap total ekspor Balikpapan.
Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama menjelaskan secara bulanan terjadi perubahan signifikan pada beberapa negara tujuan utama. “Secara month to month, kenaikan terbesar terjadi pada ekspor ke Malaysia dan India, sementara penurunan terdalam terjadi pada ekspor ke Tiongkok dan Singapura,” bebernya.
Ekspor ke Malaysia mencatat kenaikan terbesar, yakni USD 33,07 juta atau 83,39 persen dibandingkan Desember 2025. India juga mengalami lonjakan signifikan sebesar USD 11,61 juta atau 104,88 persen. Sebaliknya, ekspor ke Tiongkok turun USD 78,78 juta atau 30,42 persen, sedangkan Singapura merosot USD 43,15 juta atau 71,37 persen.
Selain itu, Filipina tetap menjadi pasar penting dengan nilai ekspor USD 80,32 juta atau berkontribusi 15,69 persen. Disusul Malaysia 14,21 persen dan Pakistan sebesar 7,63 persen. Negara tujuan lain seperti Vietnam, India, Korea Selatan, dan Bangladesh juga tetap berkontribusi meski porsinya relatif lebih kecil.
"Jika dilihat secara tahunan, ekspor ke Tiongkok justru menunjukkan peningkatan dibanding Januari 2025. Pada periode yang sama tahun lalu, ekspor ke Tiongkok tercatat sebesar USD 105,63 juta, sehingga pada Januari 2026 terjadi kenaikan sekitar 0,75 persen secara tahunan," terangnya.
Secara keseluruhan, pergerakan ekspor Balikpapan menunjukkan bahwa dinamika pasar global masih menjadi faktor penentu utama. Marinda menilai diversifikasi pasar tetap penting untuk menjaga stabilitas ekspor daerah. Ia menambahkan bahwa perubahan komposisi negara tujuan mencerminkan pergeseran permintaan yang perlu direspons pelaku usaha secara adaptif.
"Perkembangan tersebut menegaskan bahwa meski total ekspor turun secara bulanan, peluang ekspansi pasar masih terbuka, terutama di negara-negara Asia yang menunjukkan tren peningkatan permintaan terhadap komoditas asal Balikpapan," tandasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo