Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Tembus 672 Pelaku Usaha, Ekonomi Kreatif Balikpapan Siap Geser Dominasi Sektor Migas?

Ulil Mu'Awanah • Minggu, 12 April 2026 | 20:28 WIB
DIDOMINASI ANAK MUDA: Pelaku usaha di bidang ekonomi kreatif di Balikpapan tidak hanya berkutat pada bidang kriya dan kuliner, tetapi sudah merambah industri masa depan seperti seni pertunjukan dan film. Berikut salah satu film karya konten kreator Kota Beriman. (IST/KP)
DIDOMINASI ANAK MUDA: Pelaku usaha di bidang ekonomi kreatif di Balikpapan tidak hanya berkutat pada bidang kriya dan kuliner, tetapi sudah merambah industri masa depan seperti seni pertunjukan dan film. Berikut salah satu film karya konten kreator Kota Beriman. (IST/KP)

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Julukan "Kota Minyak" yang selama ini melekat erat pada Balikpapan perlahan mulai berbagi panggung dengan sektor baru. Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan kini serius memacu 17 subsektor ekonomi kreatif (ekraf) sebagai motor pertumbuhan ekonomi masa depan untuk mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam (SDA).

Data terbaru menunjukkan, ekosistem kreatif di Balikpapan tengah tumbuh subur. Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma, mengungkapkan saat ini tercatat ada 672 pelaku ekraf yang tersebar merata di seluruh kecamatan.

"Di Balikpapan ada 17 subsektor ekraf dan semuanya sudah hadir di tiap kecamatan. Ini menunjukkan potensi besar yang harus terus kita dorong," ujar Ratih.

Subsektor ini tidak hanya berkutat pada bidang konvensional seperti kriya dan kuliner, tetapi sudah merambah ke industri masa depan. Mulai dari seni pertunjukan, film, fotografi hingga pengembangan aplikasi digital yang didominasi oleh anak muda.

Baca Juga: Banyak Proyek Terancam Parkir! Silpa Meleset, Pemkot Bontang Mulai Sisir Program yang Bakal Ditunda

Keragaman ini menciptakan ekosistem ekonomi yang dinamis dan berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah. Untuk memperkuat fondasi ini, Pemkot tidak hanya memberikan pelatihan teknis. Strategi "jemput bola" melalui penyelenggaraan event skala besar terus digalakkan sebagai ruang aktualisasi karya.

Berbagai festival, lomba, hingga pemilihan duta pemuda menjadi instrumen promosi yang konsisten dilakukan. Sisi seni budaya pun tetap mendapat tempat. Saat ini, terdapat 14 sanggar seni aktif yang menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengisi berbagai agenda besar, salah satunya Pesona Balikpapan.

"Semua sanggar aktif. Keterlibatan mereka penting untuk menjaga keberlanjutan seni budaya sekaligus memberikan dampak ekonomi nyata bagi para pelakunya," jelasnya.

Ratih mengakui masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan untuk membawa pariwisata dan ekraf Balikpapan "naik kelas". Namun, dengan keterlibatan aktif ratusan pelaku usaha kreatif ini, pemerintah optimistis Balikpapan akan semakin kompetitif sebagai destinasi wisata kuliner hingga atraksi digital.

Baca Juga: Tembus Rp 1,3 Triliun, Program Gratispol Kaltim Targetkan Jangkau 158 Ribu Mahasiswa Tahun Ini

"Kami akan terus dorong agar pariwisata kita kian dikenal luas dan mampu menarik lebih banyak wisatawan. Semua sanggar aktif dan terlibat dalam berbagai kegiatan seperti Pesona Balikpapan. Ini penting untuk menjaga keberlanjutan seni budaya sekaligus mendorong ekonomi kreatif,” jelas Ratih. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Ekonomi Kreatif Balikpapan #Disporapar balikpapan #transformasi ekonomi #Ekraf Balikpapan