KALTIMPOST.ID, Mengawali pekan ini, para investor logam mulia tampaknya perlu mencermati pergerakan harga di Pegadaian dengan lebih teliti.
Pada Selasa, 14 April 2026, harga emas yang dipasarkan melalui Pegadaian terpantau mengalami koreksi yang cukup dalam dibandingkan penutupan akhir pekan lalu.
Berdasarkan data transaksi terbaru pada Senin, 13 April 2026, tren penurunan ini melanda tiga produk unggulan sekaligus, yakni Antam, Galeri24, dan UBS, yang semuanya kompak berada di level rendah.
Emas Galeri24 menjadi salah satu yang terdampak penurunan cukup signifikan. Jika pada akhir pekan lalu harganya masih bertahan di level Rp2.876.000 per gram, kini harganya merosot sebesar Rp38.000 menjadi Rp2.838.000 per gram.
Angka ini tentu menjadi perhatian khusus bagi mereka yang rutin mengoleksi emas produksi anak perusahaan Pegadaian ini, mengingat penurunannya yang melampaui batas harian biasanya.
Penurunan paling tajam justru dialami oleh emas Antam. Harga logam mulia besutan PT Aneka Tambang ini terpangkas hingga Rp41.000 per gram.
Baca Juga: Daftar Harga Bahan Pokok di 3 Pasar Balikpapan Hari Ini, 13 April 2026: Pandan Sari Lebih Murah?
Saat ini, emas Antam dibanderol di harga Rp2.931.000 per gram, jauh lebih rendah dari harga penutupan perdagangan sebelumnya yang sempat menyentuh Rp2.972.000 per gram.
Selisih harga yang hampir mencapai lima puluh ribu rupiah dalam semalam ini menjadi koreksi terbesar yang terjadi di gerai Pegadaian dalam beberapa waktu terakhir.
Senada dengan kedua produk lainnya, emas UBS juga tidak luput dari tren pelemahan pasar. Harga emas UBS tercatat turun sebesar Rp37.000 per gram, sehingga kini berada di posisi Rp2.853.000 per gram dari yang sebelumnya berada di level Rp2.890.000 per gram.
Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini 13 April 2026: Stabil, Antam, Galeri24 dan UBS Belum Bergerak
Meskipun penurunannya tidak sedalam emas Antam, tren ini menunjukkan bahwa tekanan pasar sedang terjadi secara merata pada berbagai merek logam mulia yang tersedia di pasaran.
Sebagai informasi tambahan bagi Anda yang ingin bertransaksi, Pegadaian menyediakan berbagai pilihan ukuran mulai dari yang terkecil 0,5 gram hingga ukuran besar mencapai 1.000 gram atau 1 kilogram.
Perlu diingat pula bahwa pembaruan atau update harga di outlet Pegadaian biasanya dilakukan secara rutin setiap hari Senin hingga Sabtu.
Dengan adanya fluktuasi ini, konsumen disarankan untuk terus memantau pergerakan harga secara berkala sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual kembali koleksi emasnya.
|
Daftar Harga emas Pegadaian hari, 14 April 2026: |
|||
|
Denominasi |
Galeri24 |
Antam |
UBS |
|
0,5 gram |
Rp 1.489.000 |
Rp 1.518.000 |
Rp 1.542.000 |
|
1 gram |
Rp 2.838.000 |
Rp 2.931.000 |
Rp 2.853.000 |
|
2 gram |
Rp 5.607.000 |
Rp 5.800.000 |
Rp 5.662.000 |
|
3 gram |
- |
Rp 8.673.000 |
- |
|
5 gram |
Rp 13.916.000 |
Rp 14.420.000 |
Rp 13.991.000 |
|
10 gram |
Rp 27.757.000 |
Rp 28.782.000 |
Rp 27.834.000 |
|
25 gram |
Rp 69.021.000 |
Rp 71.825.000 |
Rp 69.448.000 |
|
50 gram |
Rp 137.932.000 |
Rp 143.567.000 |
Rp 138.612.000 |
|
100 gram |
Rp 275.728.000 |
Rp 287.053.000 |
Rp 277.115.000 |
|
250 gram |
Rp 687.625.000 |
- |
Rp 692.584.000 |
|
500 gram |
Rp 1.375.248.000 |
- |
Rp 1.383.540.000 |
|
1.000 gram |
Rp 2.750.495.000 |
- |
- |
Catatan: Harga emas di Pegadaian dapat berubah sewaktu-waktu.
Baca Juga: Prediksi Harga Emas Hari Ini 13 April 2026: Awal Pekan Tenang, Diprediksi Naik Tipis Hari Ini
Tak hanya emas fisik, Pegadaian selalu memperbarui harga harian Tabungan Emas, yang menjadi alternatif investasi digital bagi masyarakat. Layanan ini memungkinkan nasabah membeli emas mulai dari nominal terkecil.
Berikut harga Tabungan Emas Pegadaian hari ini:
· Beli emas (top-up): Rp27.510 per 0,01 gram
· Jual emas (buyback): Rp26.130 per 0,01 gram
Harga Tabungan Emas tersebut juga sejalan dengan perubahan pada harga emas fisik di Pegadaian.
Secara keseluruhan, pergerakan harga emas di Pegadaian hari ini menunjukkan sinyal koreksi teknis yang sangat kuat.
Penurunan harga yang terjadi serempak pada Antam, UBS, dan Galeri24 menandakan adanya volatilitas tinggi di pasar logam mulia global yang berdampak ke harga domestik.
Kondisi "terjun bebas" ini bisa menjadi pisau bermata dua; di satu sisi menjadi risiko bagi pemilik aset jangka pendek, namun di sisi lain menjadi peluang bagi investor jangka panjang untuk melakukan akumulasi atau menambah portofolio emas di harga yang lebih terjangkau.***
Editor : Dwi Puspitarini