Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Logistik Balikpapan Lesu? Kunjungan Kapal di Semayang-Kariangau Anjlok Drastis, Ternyata Ini Penyebabnya

Raden Roro Mira Budi Asih • Rabu, 22 April 2026 | 17:08 WIB
PERLAMBATAN: Jumlah kunjungan kapal dalam negeri di Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau mengalami penurunan drastis pada Februari 2026.
PERLAMBATAN: Jumlah kunjungan kapal dalam negeri di Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau mengalami penurunan drastis pada Februari 2026.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Sinyal perlambatan aktivitas logistik domestik mulai terdeteksi di Kota Beriman. Berdasarkan data terbaru, jumlah kunjungan kapal dalam negeri di Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau mengalami penurunan drastis pada Februari 2026.

Tercatat, hanya ada 143 unit kapal yang sandar. Angka ini anjlok 20,99 persen dibanding Januari 2026. Jika ditarik lebih jauh ke belakang, kondisinya kian mengkhawatirkan dengan kemerosotan tajam hingga 91,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (Februari 2025).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan, Marinda Dama Prianto, menyebutkan bahwa penyusutan ini tidak hanya terjadi pada jumlah unit, tapi juga pada kapasitas kapal atau Gross Register Tonnage (GRT).

"Total GRT tercatat 1.387.809, turun 23,10 persen secara bulanan dan menyusut 65,72 persen secara tahunan," ungkap Marinda.

Baca Juga: Bandel! Parkir Liar Kembali Menjamur di KTL Sudirman, Wajah Kota Balikpapan Jadi Semrawut: Padahal Razia Tiap Hari

Meski jumlah armada berkurang, ada fenomena menarik di lapangan. Indikator Length Overall (LOA) justru melonjak signifikan hingga 595,38 persen dibandingkan Januari lalu. Hal ini menandakan adanya pergeseran strategi logistik di pelabuhan.

Meskipun kapal yang datang lebih sedikit, ukuran kapal yang masuk justru jauh lebih besar dari biasanya. Marinda menilai hal ini sebagai langkah efisiensi yang dilakukan para pelaku usaha.

“Kita melihat pergeseran dari frekuensi ke efisiensi muatan. Kapal yang datang lebih sedikit, tapi ukurannya lebih besar untuk menekan biaya operasional,” jelasnya.

Meski efisien, tren ini menyimpan risiko bagi keberlangsungan distribusi barang di daerah. Frekuensi kapal yang berkurang dapat berdampak pada kelancaran suplai, terutama bagi sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang sangat bergantung pada pasokan rutin.

Baca Juga: Ulin Ilegal Gagal Menyeberang! Lanal Balikpapan Gagalkan Penyelundupan di Pelabuhan Semayang, Pemilik Gudang Ikut Diciduk

Beberapa distributor di Balikpapan pun mulai merasakan dampaknya. Jadwal pengiriman harus disesuaikan ulang karena adanya potensi keterlambatan pasokan dari jalur laut.

"Di satu sisi ada efisiensi, tetapi di sisi lain muncul risiko perlambatan distribusi yang bisa berdampak lebih luas pada aktivitas ekonomi daerah jika tren ini berlanjut," tutup Marinda. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#logistik Kalimantan Timur #jumlah kunjungan kapal #pelabuhan kariangau #Pelabuhan Semayang Balikpapan #BPS Balikpapan