KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Badan Pusat Statistik Kalimantan Timur mencatat penurunan nilai ekspor pada Maret 2026. Pelemahan paling dalam terjadi pada sektor migas yang terkontraksi hingga lebih dari 50 persen dibanding bulan sebelumnya.
Kepala (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai mengungkapkan, secara total nilai ekspor Kaltim pada Maret 2026 mencapai USD1,52 miliar atau turun 9,23 persen dibanding Februari 2026 yang senilai USD1,67 miliar.
“Penurunan nilai ekspor total pada Maret 2026 disebabkan oleh turunnya nilai ekspor pada sektor migas dan sektor nonmigas masing-masing 50,18 persen dan 2,74 persen,” ujar Mas’ud.
Dia menjelaskan, sektor migas mengalami penurunan paling tajam. Nilai ekspor migas pada Maret 2026 yakni USD114,02 juta, turun dari USD228,85 juta pada Februari 2026. Sementara itu, sektor nonmigas juga mengalami koreksi dari USD1,44 miliar menjadi USD1,40 miliar. Meski demikian, tidak semua subsektor nonmigas melemah.
“Peningkatan ekspor nonmigas hanya dialami oleh sektor hasil tambang dengan peningkatan 0,95 persen,” katanya. Data BPS menunjukkan, ekspor hasil tambang naik tipis dari USD1,03 miliar pada Februari 2026 menjadi USD1,04 miliar pada Maret 2026. Di sisi lain, ekspor hasil industri turun 11,83 persen menjadi USD357,44 juta.
Penurunan terdalam pada sektor nonmigas terjadi pada komoditas hasil pertanian. Nilainya merosot 91,02 persen, dari USD1,67 juta pada Februari 2026 menjadi hanya USD0,15 juta pada Maret 2026.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, ekspor Kaltim juga masih menunjukkan tren penurunan. Secara tahunan atau year-on-year, total ekspor Maret 2026 turun 11,27 persen dibanding Maret 2025.
Mas’ud menyebut, pelemahan tersebut terjadi baik pada sektor migas maupun nonmigas. Pada sektor nonmigas, penurunan dipicu melemahnya ekspor hasil tambang, industri, dan pertanian.
“Penurunan sektor nonmigas disebabkan karena turunnya ekspor hasil tambang, hasil industri, dan hasil pertanian masing-masing 11,80 persen, 3,11 persen, dan 88,81 persen,” jelasnya.
Meski mengalami penurunan, komoditas hasil tambang masih menjadi penopang utama ekspor Kaltim sepanjang Januari hingga Maret 2026. Kontribusinya mencapai 67,87 persen dari total ekspor daerah.
Adapun sektor hasil industri menyumbang 22,45 persen, sedangkan migas berada di posisi ketiga dengan kontribusi 9,61 persen terhadap total ekspor Kaltim pada triwulan pertama 2026. (*)
Editor : Ismet Rifani