KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Tidak lagi hanya menjadi tempat berbelanja, mal di Balikpapan mulai bertransformasi menjadi ruang sosial, pusat komunitas, hingga destinasi hiburan keluarga. Konsep inilah yang coba dihadirkan melalui Central Park Borneo Bay, proyek lifestyle destination terbaru garapan Agung Podomoro Land (APL).
General Manager Plaza Balikpapan Aries Adrianyanto mengungkapkan, Central Park Borneo Bay dirancang dengan konsep blue and green harmony, sebuah perpaduan antara lanskap alam Kalimantan dengan gaya hidup urban modern. Menurutnya, konsep tersebut lahir dari karakter geografis Balikpapan yang memiliki kekuatan pada dua sisi sekaligus, yakni laut dan kawasan hijau tropis.
“Central Park Borneo Bay bukan hanya pusat perbelanjaan. Kami ingin menghadirkan ruang yang bisa menjadi tempat berkumpul masyarakat, pusat aktivitas komunitas, entertainment, wisata keluarga, sampai lokasi berbagai event dan hiburan,” jelas Aries, Senin (25/5).
Baca Juga: Modal Hijau Kaltim: Saatnya Potensi Terealisasi
Ia mengatakan nuansa alam menjadi elemen utama dalam desain kawasan. Karakter waterfront yang menghadap Selat Makassar akan dipadukan dengan area terbuka, titik-titik hijau, dan atmosfer santai yang berbeda dibanding konsep pusat perbelanjaan konvensional.
Aries menilai masyarakat perkotaan saat ini mulai mencari pengalaman baru ketika datang ke sebuah pusat lifestyle. Mereka tidak lagi sekadar membeli kebutuhan, tetapi juga mencari suasana, kenyamanan dan pengalaman sosial.
Karena itu, Central Park Borneo Bay akan diarahkan menjadi destinasi yang mampu mengakomodasi berbagai aktivitas sekaligus. Mulai dari nongkrong, menikmati kuliner, konser musik, aktivitas komunitas, hingga destinasi wisata dalam kota. “Sekarang orang datang ke mal bukan hanya belanja. Mereka mencari ambience, mencari experience. Itu yang coba kami hadirkan,” katanya.
Konsep blue and green harmony sendiri disebut menjadi identitas utama proyek tersebut. Unsur “blue” menggambarkan kedekatan kawasan dengan laut dan panorama Selat Makassar, sedangkan “green” merepresentasikan nuansa hutan tropis Kalimantan.
Baca Juga: Petani Asal Long Kali Jadi Otak Curanmor 12 TKP di Paser, Andalkan Kunci L Modifikasi
Perpaduan dua elemen itu dinilai akan menjadi pembeda kuat di tengah perkembangan pusat komersial di Balikpapan yang selama ini lebih didominasi konsep retail umum.
Tidak hanya menyasar warga lokal, Central Park Borneo Bay juga diproyeksikan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan dan pendatang yang datang ke Balikpapan, terutama seiring meningkatnya mobilitas menuju Kalimantan Timur pasca pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Aries optimistis konsep lifestyle destination berbasis waterfront akan memiliki pasar yang kuat di Balikpapan. Selain didukung pertumbuhan ekonomi kota, daya beli masyarakat Balikpapan juga dinilai terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
“Kami melihat Balikpapan punya potensi besar untuk lifestyle destination yang lebih modern dan experiential. Apalagi kota ini punya kekuatan alam yang tidak semua kota miliki,” ujarnya.
Ke depan, Central Park Borneo Bay juga dipersiapkan menjadi salah satu titik kegiatan skala besar di Balikpapan, mulai dari festival komunitas, pameran, hiburan musik, hingga event keluarga. "Dengan pendekatan tersebut, proyek ini tidak hanya diposisikan sebagai pusat bisnis, tetapi juga sebagai ruang publik baru di kawasan pesisir Balikpapan," tuturnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo