Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Inflasi Kaltim Tetap Terkendali, TPID Gelar 60 Gerakan Pangan Murah 

Raden Roro Mira Budi Asih • Rabu, 3 Juni 2026 | 11:56 WIB
STABILISASI: Gerakan Pangan Murah (GPM) jadi salah satu program untuk menjaga stabilitas harga. (ANGGI/KP)
STABILISASI: Gerakan Pangan Murah (GPM) jadi salah satu program untuk menjaga stabilitas harga. (ANGGI/KP)

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Menjelang Iduladha 2026 lalu, upaya pengendalian harga di Kalimantan Timur terus diperkuat. Di tengah kenaikan harga sejumlah komoditas transportasi dan energi, inflasi daerah masih terjaga pada level yang terkendali.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Jajang Hermawan menyampaikan, inflasi Kaltim pada Mei 2026 tercatat 0,17 persen secara bulanan (month to month/mtm). Sementara secara tahunan, inflasi berada di level 3,04 persen dengan inflasi tahun berjalan 1,65 persen.

Baca Juga: Wujudkan Tata Kelola Akuntabel, Pemkab Kubar Genjot Optimalisasi Barang Milik Daerah

Menurut Jajang, tekanan inflasi pada Mei terutama disumbangkan oleh kelompok transportasi. Kenaikan harga angkutan udara dan bensin dipengaruhi penyesuaian harga BBM nonsubsidi serta avtur, dengan harga Pertamax Turbo, Dex, dan Dexlite, meningkat rata-rata sekitar 9 persen.

Selain itu, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran turut memberikan andil inflasi seiring masih tingginya aktivitas konsumsi masyarakat. Berdasarkan komoditas, inflasi terutama dipengaruhi angkutan udara, beras, minyak goreng, solar, dan sewa rumah.

“Di sisi lain, tekanan inflasi yang lebih tinggi tertahan deflasi pada komponen volatile foods yang tercatat -1,09 persen (mtm), mencerminkan membaiknya pasokan dan normalisasi harga sejumlah komoditas pangan strategis,” ujarnya.

Baca Juga: Anggota TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dituntut 2,6 Tahun Penjara

Jajang menjelaskan, penurunan harga daging ayam ras, kangkung, dan ikan tongkol, menjadi faktor utama yang menahan laju inflasi. Sementara itu, daging ayam ras, emas perhiasan, ikan layang atau benggol, kangkung, dan bahan bakar rumah tangga tercatat menjadi komoditas yang memberikan andil penahan inflasi.

Untuk menjaga stabilitas harga, TPID di Kaltim terus memperkuat implementasi strategi 4K. Selama Mei 2026, sebanyak 60 kegiatan Gerakan Pangan Murah, operasi pasar, dan program stabilisasi harga telah dilaksanakan di berbagai kabupaten dan kota di Kaltim.

“TPID terus memperkuat komunikasi publik melalui penyampaian informasi ketersediaan pasokan, perkembangan harga, serta imbauan belanja bijak kepada masyarakat, guna menjaga ekspektasi inflasi tetap terkendali dan mencegah perilaku konsumsi berlebihan menjelang HBKN,” pungkasnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#gerakan pangan murah #terkendali #kaltim #inflasi