BALIKPAPAN - Sebagai wujud apresiasi kepada customer, supplier dan karyawan, PT Mitra Lindung Sarana kembali menggelar Customer Gathering dan Gala Dinner 2026. Acara rutin setiap tahun yang kali ini berlangsung di Ballroom Hotel Novotel, Kamis (9/7).
Perusahaan bergerak di bidang kontraktor khusus untuk bahan kimia bangunan. Di antaranya waterproofing, flooring, grouting, perbaikan dan perkuatan beton, rubber fender dan sebagainya.
Baca Juga: Rakercab GAPKI Kaltim Susun Arah Industri Sawit 2026-2027
Dengan target pasar industrial. Seperti Pertamina RU V, Patra Jasa, Angkasa Pura Indonesia, Pupuk Kaltim, Kaltim Parna Industri, Kaltim Methanol, Kaltim Prima Coal, dan lainnya. Hampir semua industri besar menjadi customer.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur PT Mitra Lindung Sarana Agung Wahyono turut memberikan penghargaan kepada empat perusahaan yang masuk Best Customer. Serta dua perusahaan yang meraih Best Supplier.
Baca Juga: Perpanjangan Izin Operasional RSUD Kudungga Masuk Tahap Akhir, Tinggal Tunggu Penerbitan
Agung mengakui, tahun ini cukup menantang dan berat bagi pelaku usaha. Termasuk di bidang konstruksi. “Efisiensi banyak dilakukan sektor pemerintahan maupun swasta,” katanya.
Namun dia optimistis dapat melalui kesulitan dengan dukungan customer dan supplier. Agung menuturkan, mulai Juli ini sudah ada peningkatan dari proyek-proyek swasta.
“Industri itu sudah mulai ada tender. Walaupun efisiensi masih sangat terasa bila dibandingkan dengan tahun lalu,” sebutnya. Dia berharap, kondisi Juli bisa terus tumbuh sampai Desember mendatang.
“Ada beberapa proyek yang memang sudah diumumkan untuk bisa kita kerjakan mulai bulan Juli ini,” sebutnya. Agung mengakui kondisi global memang berpengaruh terhadap bisnis.
“Apalagi produk-produk yang kami gunakan lebih banyak impor dan berbasis minyak,” imbuhnya. Jadi sangat terasa sekali dampak dari kondisi global. Meski begitu, dia melihat ketegangan dunia perlahan membaik.
Baca Juga: Kasus Perjalanan Dinas Bimtek Dishub Bontang Kembali Disidangkan, Jaksa Bacakan Replik
Harapannya kondisi pasar ikut membaik hingga kebijakan pemerintah yang pro terhadap pasar. “Kami berupaya menguatkan posisi kepada industri sebagai pasar utama untuk mendongkrak penjualan,” bebernya.
“Kami sangat berharap bahwa pemerintah mau eskalasi harga karena sekarang harga-harga terutama produk impor naiknya signifikan,” sebutnya. Belum lagi kondisi rupiah masih tak menentu. Pihaknya berharap peran pemerintah untuk memberi kontribusi kepada pelaku usaha sektor konstruksi. Saat ini, PT Mitra Lindung Sarana memiliki kantor pusat di Samarinda dan Balikpapan.
Selain itu, terdapat kantor cabang di Jakarta dan di Bandung. “Sehingga hampir semua proyek strategis nasional bisa kami jangkau juga,” tutupnya. (*)
Editor : Sukri Sikki