KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Penyaluran kredit perbankan nasional terus menunjukkan tren positif pada Mei 2026. Di tengah meningkatnya intermediasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan profil risiko industri perbankan tetap terjaga dengan likuiditas dan permodalan yang masih kuat.
Kinerja intermediasi perbankan mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya. Hingga Mei 2026, total kredit yang disalurkan perbankan mencapai Rp8.918 triliun atau tumbuh 11,51 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Disampaikan Kepala Kepala OJK Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltim-Kaltara) Misran Pasaribu, berdasarkan jenis penggunaannya, pertumbuhan tertinggi berasal dari kredit investasi yang meningkat 21,95 persen yoy. Disusul kredit modal kerja 8,09 persen dan kredit konsumsi 5,89 persen.
Baca Juga: Gelontorlan Uang Rp24 Miliar, Tas hingga Buku Gratis Siswa Bontang Mulai Berdatangan
Sementara berdasarkan kategori debitur, kredit korporasi menjadi penopang utama dengan pertumbuhan 18,39 persen yoy. Di sisi lain, kredit kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga melanjutkan tren positif dengan tumbuh 0,60 persen yoy.
Lebih tinggi dibandingkan April 2026 yang sebesar 0,16 persen. "Ditinjau dari kepemilikan bank, pertumbuhan kredit tertinggi dicatatkan oleh bank BUMN yang mencapai 15,98 persen secara tahunan," katanya.
OJK juga mencatat produk kredit Buy Now Pay Later (BNPL) perbankan terus berkembang. Hingga Mei 2026, baki debet kredit BNPL tumbuh 37,72 persen yoy menjadi Rp30,1 triliun dengan jumlah rekening mencapai 31,76 juta.
Di sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga meningkat menjadi Rp10.294 triliun atau tumbuh 13,49 persen yoy. Pertumbuhan tersebut ditopang kenaikan giro 20,53 persen, deposito 10,17 persen, dan tabungan 10,21 persen.
Baca Juga: Terancam Hilang, Pemkot Bontang Siapkan Bukti Hukum Pertahankan Kapal RoRo Bontang Express II
Misran menegaskan, kondisi likuiditas industri perbankan masih berada pada level yang memadai. Hal itu terlihat dari rasio Alat Likuid terhadap Non-Core Deposit (AL/NCD) sebesar 108,20 persen dan Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 24,74 persen, jauh di atas ambang batas masing-masing 50 persen dan 10 persen. Sementara Liquidity Coverage Ratio (LCR) tercatat 186,54 persen.
"Kualitas kredit juga tetap terjaga dengan rasio NPL gross sebesar 2,17 persen dan NPL net 0,84 persen. Ketahanan permodalan perbankan juga kuat, tercermin dari Capital Adequacy Ratio (CAR) yang mencapai 23,74 persen," pungkas Misran. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo