KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Belanja pemerintah menjadi salah satu penopang aktivitas ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) pada awal 2026. Setelah sempat melemah pada akhir tahun lalu, realisasi belanja pemerintah kini melonjak, terutama didorong percepatan belanja operasional APBD.
Baca Juga: Belanja Warga Kaltim Makin Kencang, Konsumsi Rumah Tangga Tumbuh 5,96 Persen
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Jajang Hermawan mengatakan, belanja pemerintah di luar belanja modal pada triwulan I 2026 tumbuh 124,80 persen secara tahunan (year on year/yoy). Kinerja tersebut berbalik membaik dibandingkan triwulan IV 2025 yang masih terkontraksi 6,22 persen (yoy).
"Berdasarkan komponennya, belanja operasional APBD tumbuh sebesar 42,0 persen (yoy), meningkat dari triwulan sebelumnya yang terkontraksi 26,3 persen (yoy)," ujar Jajang.
Baca Juga: Tak Main-Main, Rekam Jejak Kapolres Baru Kutim Pernah Ungkap Kejahatan Siber Internasional
Peningkatan tersebut terutama ditopang oleh belanja pegawai dan belanja barang. Belanja pegawai tumbuh 39,3 persen (yoy), sedangkan belanja barang meningkat lebih tinggi, yakni 59,2 persen (yoy). Keduanya membaik dibandingkan triwulan sebelumnya yang masih mengalami kontraksi masing-masing 1,7 persen (yoy) dan 11,0 persen (yoy).
Tak hanya APBD, realisasi belanja negara yang bersumber dari APBN di Kaltim juga menunjukkan perbaikan. Pada triwulan I 2026, realisasi belanja negara tumbuh 6,19 persen (yoy), setelah pada triwulan IV 2025 terkontraksi 32,22 persen (yoy).
"Perbaikan tersebut terutama ditopang oleh peningkatan Belanja Pemerintah Pusat dan Transfer ke Daerah yang masing-masing tumbuh 9,77 persen (yoy) dan 4,92 persen (yoy)," katanya.
Baca Juga: Rekonstruksi Jalan Nasional di Kutai Barat Gunakan Skema Multiyears, Anggaran Capai Rp 165 Miliar
Pada komponen Transfer ke Daerah, Dana Bagi Hasil (DBH) tumbuh 1,89 persen (yoy), membaik dibandingkan triwulan sebelumnya yang terkontraksi 3,10 persen (yoy), meskipun pagu DBH mengalami penurunan 76,74 persen (yoy).
Selain itu, Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik masing-masing tumbuh 2,01 persen (yoy) dan 2,93 persen (yoy). Sementara Dana Desa masih terkontraksi 7,49 persen (yoy).
Adapun dari sisi Belanja Pemerintah Pusat, peningkatan realisasi terutama ditopang oleh belanja modal yang tumbuh 11,53 persen (yoy), diikuti belanja pegawai 3,83 persen (yoy), serta belanja barang yang meningkat 3,23 persen (yoy). (*)
Editor : Sukri Sikki