IKN dan Proyek Strategis Dorong Konstruksi Kaltim Tetap Tumbuh

Raden Roro Mira Budi Asih • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 17:00 WIB
NILAI: Sejumlah proyek mulai berjalan, estimasi nilai mencapai Rp26,1 triliun.
NILAI: Sejumlah proyek mulai berjalan, estimasi nilai mencapai Rp26,1 triliun.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Ketika sejumlah sektor utama Kalimantan Timur menghadapi tekanan, aktivitas pembangunan justru menjadi salah satu tumpuan ekonomi daerah.

Berlanjutnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), proyek strategis, hingga investasi baru membuka ruang bagi lapangan usaha konstruksi untuk tumbuh lebih tinggi sepanjang 2026.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim Bayuadi Hardiyanto mengatakan, konstruksi diprakirakan menjadi salah satu sektor yang menopang pertumbuhan ekonomi Kaltim di tengah moderasi sektor berbasis komoditas.

“LU Konstruksi diprakirakan tumbuh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, sejalan dengan berlanjutnya pembangunan IKN dan berbagai proyek pembangunan di Kalimantan Timur,” kata Bayuadi.

Baca Juga: Dishub Samarinda Tegaskan Tak Ada Tarif Member Parkir Pasar Pagi, Prioritaskan Pembeli

Aktivitas konstruksi sepanjang tahun ini ditopang pembangunan infrastruktur konektivitas dan kawasan. Sejumlah proyek baru juga mulai berjalan, termasuk pembangunan ekosistem Gedung Yudikatif dan Legislatif IKN dengan estimasi nilai mencapai Rp26,1 triliun.

Selain pembangunan IKN, proyek hilirisasi, energi, dan pangan turut memberikan ruang bagi peningkatan aktivitas konstruksi. Kondisi tersebut diperkuat efek basis rendah setelah sektor ini mengalami kontraksi pada tahun sebelumnya.

Namun, akselerasi konstruksi tidak sepenuhnya lepas dari risiko. Penurunan pagu pembangunan IKN dan mundurnya sejumlah proyek investasi maupun konstruksi ke tahun berikutnya berpotensi membatasi laju pertumbuhan.

Baca Juga: Antrean BBM Masih Mengular di Kaltim, DPR RI Ingatkan Operator Lapangan Jangan Main-Main

Dampaknya dapat merambat ke kebutuhan bahan bangunan, aktivitas konstruksi pendukung, hingga realisasi Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB). Meski menghadapi risiko penyesuaian jadwal proyek, keberlanjutan pembangunan IKN dan proyek strategis daerah masih memberikan ruang bagi sektor konstruksi untuk berkontribusi terhadap perekonomian Kaltim.

“Dengan demikian, meskipun menghadapi risiko perlambatan realisasi proyek, LU Konstruksi diprakirakan tetap menjadi salah satu penopang pertumbuhan Kaltim melalui kelanjutan pembangunan IKN, proyek strategis daerah, dan realisasi investasi,” tutup Bayuadi. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
Proyek Strategis Nasional Ekonomi Kaltim IKN sektor konstruksi Bank Indonesia Kaltim