KALTIMPOST.ID, PARIS - Paris Saint-Germain membayar mahal kemenangan 4-2 atas FC Barcelona pada matchday ketiga fase league Liga Champions di Stadion Parc des Princes. Tiga pilar utama Les Parisiens tumbang akibat cedera serius di tengah kemenangan gemilang tersebut.
Penyerang Ousmane Dembele menjadi korban pertama setelah ditarik keluar lapangan pada menit ke-20. Peraih Ballon d'Or 2025 tersebut tampak mengerang kesakitan sembari memegangi bagian belakang paha kirinya.
Petaka tuan rumah berlanjut pada babak kedua ketika kapten tim Marquinhos dan penyerang sayap Khvicha Kvaratskhelia menyusul ke ruang perawatan pada menit ke-58 dan 59. Marquinhos dilaporkan mengalami masalah otot paha kanan, sedangkan Kvaratskhelia diduga menderita robekan ligamen lutut anterior (ACL) pada lutut kanan.
Baca Juga: Ritual Laliq Ugaal Dayak Bahau di Kutai Barat Berpotensi Jadi Wisata Budaya
Pelatih PSG Luis Enrique memberi perhatian khusus terhadap kondisi Kvaratskhelia yang berisiko absen panjang. "Tingkat keparahannya belum diketahui, tetapi aku berharap yang terbaik," kata Enrique seperti dilansir L'Equipe.
Tambahan tiga poin ini mengukuhkan posisi PSG di puncak klasemen sementara Liga Champions dengan rekor sempurna tiga kemenangan. Koleksi poin tim asuhan Enrique menyamai torehan Liverpool FC, setelah sebelumnya juga melumat Manchester City 4-2 di Stadion Etihad pada 15 Oktober lalu.
Gelandang PSG Fabian Ruiz, yang mencetak gol penutup ke gawang Barcelona, menegaskan tekad timnya merebut gelar juara tiga kali beruntun. "Tidak ada yang tidak mungkin (PSG meraih hat-trick juara Liga Champions musim ini). Kami sangat bersemangat (mewujudkannya)," tutur Ruiz kepada Canal+.
Ruiz merayakan gol tersebut dengan gestur mengisap jempol yang dipersembahkan untuk putranya, Bertin, yang lahir pada 4 Oktober lalu. Gol tersebut menyempurnakan pesta kemenangan armada Luis Enrique di depan pendukung sendiri.
Tensi panas laga ini turut diwarnai aksi intimidasi kelompok suporter Ultras PSG di tribun utara Virage Auteuil. Mereka membentangkan spanduk bertulisan "Massacre a la parisienne", koreografi bertopeng perusak lambang Barca, hingga tulisan "Puta Barca" yang kini resmi dilaporkan kubu Barcelona ke UEFA.
Di kubu lawan, pelatih Barcelona Hansi Flick mengakui fokus timnya terbelah menjelang duel El Clasico kontra Real Madrid di Camp Nou pada Senin mendatang. Flick mencadangkan gelandang bertahan Rodri dan baru menurunkannya pada setengah jam terakhir laga.
Baca Juga: Jalan Soekarno-Hatta KM 2 Samarinda Kembali Dibuka, Proyek Sodetan Berlanjut
"Kami memang mengistirahatkan Rodri untuk laga El Clasico melawan Real," ucap Flick seperti dikutip dari Mundo Deportivo. Rencana rotasi Flick untuk menghemat tenaga Fermin Lopez juga berantakan setelah Dani Olmo mengalami cedera pada menit ke-27. (*)
Editor : Ery Supriyadi