Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kritik Kinerja Wasit, Kapten PSM Makassar Yuran Fernandes Disanksi 3 Bulan dan Denda Rp25 Juta

Thomas Dwi Priyandoko • Sabtu, 17 Mei 2025 | 21:55 WIB

 

Yuran Fernandes disanksi larang bermain selama tiga bulan oleh Komisi Disiplin PSSI.
Yuran Fernandes disanksi larang bermain selama tiga bulan oleh Komisi Disiplin PSSI.

 

KALTIMPOST.ID, JAKARTA — Komite Banding PSSI menjatuhkan sanksi larangan bermain terhadap pemain belakang sekaligus kapten PSM Makassar Yuran Fernandes selama tiga bulan.

Sanksi ini lebih ringan dibandingkan sebelumnya di mana Yuran Fernandes dijatuhi sanksi larangan beraktivitas di sepak bola Indonesia selama 12 bulan.

Sebelumnya, PSM Makassar mengajukan banding atas sanksi tersebut. Namun Komite Banding PSSI resmi menolak permohonan banding tersebut dan merevisi sanksi yang diberikan.

Penolakan ini tertuang dalam keputusan bernomor 416/PSM-SKL/V/Liga1-2025 tanggal 11 Mei 2025, serta menguatkan keputusan sebelumnya dari Komite Disiplin PSSI yang menyatakan Yuran Fernandes bersalah melakukan pelanggaran disiplin.

Dalam dokumen resmi yang dibagikan media sosial klub PSM Makassar, Komite Banding menyatakan bahwa Yuran telah mendiskreditkan keputusan perangkat pertandingan, sebuah pelanggaran serius berdasarkan Pasal 59 ayat (2) Kode Disiplin PSSI Tahun 2023.

Bunyi putusan Komisi Disiplin PSSI
Bunyi putusan Komisi Disiplin PSSI

Sebagai konsekuensinya, Yuran dikenai sanksi larangan beraktivitas yang terkait dengan sepak bola selama tiga bulan kalender, terhitung sejak keputusan diterbitkan.

Selain itu, pemain asal Tanjung Verde itu juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah).

Sebelumnya, Yuran Fernandes disanksi larangan bermain selama 12 bulan dan denda Rp25 juta oleh Komite Disiplin PSSI.

Hukuman ini dijatuhkan setelah ia mengkritik keras kinerja wasit melalui media sosial usai kekalahan PSM dari PSS Sleman dengan skor 1-3 pada 3 Mei 2025.

 

Dalam pernyataannya di media sosialnya, Yuran menuding wasit berpihak pada lawan dan tidak layak memimpin pertandingan Liga 1.

“Saya kira semua tahu apa yang terjadi dan apa yang dilakukan wasit. Wasit datang ke sini dengan satu tujuan, yaitu membantu PSS,” tambahnya.

“Wasit tidak layak bekerja di Liga 1, saya harap dia keluar dari liga 1 dan selesai kariernya,” ujarnya ketika itu.

Kritiknya dinilai sebagai tindakan mendiskreditkan perangkat pertandingan, sehingga berujung sanksi dari PSSI.(*)

 

Editor : Thomas Priyandoko
#komisi disiplin pssi #Yuran Fernandes #psm makassar