KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Bursa calon pelatih Timnas Indonesia kini mengerucut pada satu nama besar: John Herdman.
Mantan nakhoda Timnas Kanada tersebut dikabarkan menjadi pilihan utama PSSI untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Patrick Kluivert.
Baca Juga: Live Score Timnas Futsal Indonesia vs Malaysia di SEA Games 2025 Sore Ini, 18 Desember
Keseriusan Herdman melatih skuad Garuda terlihat dari keputusannya menolak pinangan negara lain. Melansir laporan media Honduras, Diario Diez, pelatih asal Inggris ini sebenarnya menjadi incaran utama Honduras dan Jamaika.
Jamaika sempat membidik Herdman untuk menggantikan posisi Steve McClaren demi menghadapi play-off Piala Dunia 2026. Namun, tawaran tersebut ditolak mentah-mentah.
"Herdman lebih memilih memprioritaskan negosiasi dengan Indonesia ketimbang kembali ke wilayah CONCACAF," tulis laporan Diario Diez, Rabu (17/12).
Baca Juga: Heitinga Tolak Pinangan PSSI, Eks Pelatih Ajax Ini Belum Bersedia Latih Timnas Indonesia Saat Ini
Di sisi lain, publik Honduras juga sempat berharap Herdman bisa mengganti Reinaldo Rueda, tetapi proses komunikasi yang intens dengan Indonesia membuat peluang tersebut tertutup.
Saat ini, PSSI dilaporkan telah menyaring daftar kandidat menjadi dua nama saja, yaitu John Herdman dan Giovanni van Bronckhorst. Keputusan Herdman menolak Jamaika dianggap sebagai sinyal kuat bahwa ia sangat tertarik dengan proyek jangka panjang di tanah air.
Profil dan Rekam Jejak Emas John Herdman
Mengapa Herdman begitu diinginkan? Pelatih berusia 50 tahun ini memiliki reputasi sebagai "arsitek kebangkitan" sepak bola. Beberapa pencapaian prestisiusnya meliputi pencetak sejarah Kanada. Ia berhasil membawa tim putra Kanada kembali ke Piala Dunia (Qatar 2022) setelah absen selama 36 tahun, bahkan lolos sebagai jawara kualifikasi zona CONCACAF.
Transformasi Peringkat FIFA, yaitu di bawah asuhannya, posisi Kanada melonjak drastis dari peringkat 95 hingga menembus jajaran 30 besar dunia.
Kemudian, budaya tim yang solid. Herdman dikenal dengan pendekatan "brother culture", sebuah metode yang mengedepankan disiplin tinggi dan ikatan kekeluargaan yang kuat di dalam tim.
Prestasi di sepak bola wanita, yaitu sebelum sukses bersama tim putra, ia lebih dulu mempersembahkan dua medali perunggu Olimpiade (2012 dan 2016) untuk tim putri Kanada. Keberhasilan tersebut menjadikan Herdman sebagai pelatih pertama dalam sejarah sepak bola yang mampu meloloskan tim nasional putra dan putri dari negara yang sama ke ajang Piala Dunia.(*)
Editor : Hernawati