BONTANG- Kabar membanggakan datang dari dunia olahraga Bontang. Atlet bulu tangkis asal Kota Taman, Imka Putrama Arlin, berhasil menorehkan prestasi di level internasional dengan membawa timnya meraih juara ketiga dalam kompetisi liga bulu tangkis Swiss.
Imka yang tergabung dalam tim BC Trogen–Speicher 1 tampil konsisten sepanjang musim. Ia mengungkapkan, perjalanan timnya menuju podium tidaklah mudah. Mereka harus bersaing ketat sejak fase grup yang diikuti tujuh tim terbaik dalam liga tersebut.
“Perjalanannya cukup panjang. Kami harus melewati fase grup dulu, dan untuk bisa ke semifinal harus masuk empat besar. Setelah itu baru masuk playoff,” kata Imka.
Dalam kompetisi tersebut, digunakan format liga penuh atau round robin, di mana setiap tim saling bertemu dengan sistem kandang dan tandang. Setiap pertandingan terdiri dari delapan partai, meliputi nomor tunggal dan ganda dengan sistem poin 11x3.
Imka sendiri tampil impresif di nomor tunggal. Dari total pertandingan yang dijalaninya, ia mencatatkan 13 kemenangan dan hanya satu kali kalah. Capaian tersebut menjadi salah satu faktor penting keberhasilan timnya menembus babak semifinal.
“Alhamdulillah saya bisa menyumbang banyak poin untuk tim. Lawan-lawan di sini juga berat, banyak pemain yang hebat,” ucapnya.
Meski demikian, langkah timnya harus terhenti di babak semifinal setelah kalah dalam pertandingan penentuan. Salah satu faktor yang memengaruhi hasil tersebut adalah absennya Imka pada leg pertama semifinal karena harus bertanding di liga Prancis.
“Saya tidak bisa main di leg pertama karena jadwal di Prancis. Tapi di leg kedua saya bisa hadir dan ikut berkontribusi,” tutur dia.
Ia menambahkan, target tim untuk menembus semifinal sebenarnya sudah tercapai. Namun, peluang untuk melaju ke final sempat terbuka lebar.
“Target awal memang semifinal, dan itu tercapai. Tapi sebenarnya kami punya peluang ke final. Walaupun begitu, kami tetap bersyukur bisa juara tiga,” terangnya.
Secara pribadi, Imka mengaku puas dengan pencapaiannya. Selain berhasil beradaptasi di kompetisi luar negeri, ia juga mampu menunjukkan performa terbaiknya. “Saya senang bisa direkrut, berkontribusi, dan tampil maksimal,” ujarnya.
Atlet kelahiran Peneki, 9 Mei 2002 ini mengungkapkan bahwa persiapan menuju kompetisi tersebut telah dilakukan sejak jauh hari. Ia menjalani latihan intensif selama sekitar tiga bulan di Bontang, tepatnya di fasilitas latihan milik Pupuk Kaltim.
“Persiapan sekitar tiga bulan di Pupuk Kaltim Bontang. Setelah itu, di luar negeri juga tetap latihan karena jadwal pertandingan cukup padat,” jelasnya.
Selain berlaga di Swiss, Imka juga aktif mengikuti liga di Prancis. Jadwal pertandingan yang hampir setiap pekan membuatnya terus menjaga kondisi dan performa.
“Bisa dibilang latihan sekaligus bertanding terus. Hampir tiap minggu main di dua liga,” katanya sambil tertawa.
Untuk saat ini, Imka belum memiliki agenda kejuaraan dalam waktu dekat. Ia menyebut musim kompetisi telah berakhir dan akan kembali dimulai pada September mendatang. “Season sudah selesai. Nanti mulai lagi September,” ungkapnya.
Imka yang merupakan alumni SMA Negeri 2 Bontang ini berharap dapat terus meningkatkan prestasi dan membawa nama daerah di kancah internasional. Ia juga menjadi bukti bahwa atlet daerah mampu bersaing di level dunia dengan kerja keras dan konsistensi. (*)
Editor : Ismet Rifani