Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Bukan Dihapus, Proyek RS Tipe D Bontang Rp46 Miliar Ditunda, Pemkot Prioritaskan Program untuk Warga

Adhiel kundhara • Selasa, 14 Juli 2026 | 17:34 WIB
BATAL: Pengembangan kawasan RS Tipe D yang terletak di Kelurahan Api-Api tidak jadi tahun ini. ADIEL KUNDHARA/KP
BATAL: Pengembangan kawasan RS Tipe D yang terletak di Kelurahan Api-Api tidak jadi tahun ini. ADIEL KUNDHARA/KP

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Pemkot Bontang memastikan kondisi APBD yang sebelumnya mengalami defisit kini telah kembali seimbang. Penyesuaian dilakukan melalui rasionalisasi sejumlah proyek fisik agar kemampuan keuangan daerah tetap terjaga di tengah tekanan fiskal.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan, pemerintah memilih menunda beberapa proyek yang belum mendesak dibanding memangkas program yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

"Yang kami jaga terlebih dahulu adalah layanan kepada masyarakat. Jangan sampai kesejahteraan guru, kader, penggiat agama, maupun bantuan sosial terganggu hanya karena kita memaksakan proyek fisik," kata Neni.

Baca Juga: Gelar Pelatihan Berpola 'Blended Learning', BKPSDM Kutai Barat Siapkan 30 ASN Hadapi Ujian PBJP Level 1

Salah satu proyek yang ditunda ialah pembangunan Rumah Sakit Tipe D. Menurut Neni, keputusan itu bukan karena pemerintah mengurungkan rencana pembangunan, melainkan seluruh dokumen pendukung belum selesai sehingga pelaksanaan pekerjaan berisiko tidak optimal.

Proses penyempurnaan administrasi masih berlangsung, termasuk revisi analisis dampak lalu lintas (Andalalin) setelah adanya perubahan akses menuju lokasi rumah sakit.

"Kalau dipaksakan sekarang, justru berpotensi menimbulkan persoalan administrasi. Saya ingin seluruh izinnya selesai lebih dulu sehingga ketika dibangun tidak ada lagi kendala di tengah jalan," ucapnya.

Selain RS Tipe D, renovasi GOR Taman Prestasi juga masuk daftar kegiatan yang ditunda. Hasil evaluasi menunjukkan anggaran yang tersedia belum mampu membiayai pekerjaan secara menyeluruh.

Baca Juga: Warga Balikpapan Ramai-Ramai Aktifkan IKD, Gara-Gara Program Perlinsos Digital, Angkanya Naik Hampir Dua Kali Lipat

"Daripada hanya selesai setengah lalu kembali rusak, lebih baik kita siapkan sampai benar-benar tuntas. Prinsipnya, setiap rupiah yang dibelanjakan harus menghasilkan bangunan yang berkualitas," tutur dia.

Menurut Neni, rasionalisasi anggaran juga menyasar sejumlah proyek fisik lainnya, seperti pembangunan mini soccer dan beberapa kegiatan infrastruktur lain.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan APBD setelah pemerintah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi pendapatan daerah. Meski ada penundaan pembangunan fisik, ia memastikan program yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat tetap berjalan.

"Pembangunan bisa menunggu, tetapi kebutuhan masyarakat tidak bisa ditunda. Itu yang menjadi pertimbangan utama kami saat menyusun kembali prioritas anggaran," tutur dia.

Sebelumnya diberitakan Pemkot Bontang menganggarkan Rp46 miliar untuk pengembangan bangunan RS Taman Sehat atau tipe D. Nantinya gedung Labkesda dan PSC akan dirombak untuk dijadikan faskes tersebut.

Sementara anggaran untuk renovasi GOR Taman Prestasi mencapai Rp8,1 miliar. Perbaikan ini dilakukan dalam rangka persiapan untuk Popda di mana Bontang ditunjuk sebagai tuan rumah dalam ajang olahraga pelajar se-Kaltim tahun depan. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#RS tipe D Bontang #pembangunan rumah sakit Bontang #renovasi GOR Taman Prestasi #APBD Bontang #pemkot bontang