BONTANG – Pembangunan Polder Tanjung Laut terus menunjukkan progres positif. Hingga akhir Juli 2026, realisasi pekerjaan bahkan melampaui target. Namun, di balik percepatan tersebut, sejumlah fasilitas pendukung terpaksa ditunda akibat kenaikan harga material dan membengkaknya biaya operasional proyek.
Kepala Bidang Sanitasi, Air Minum, dan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang, Edi Suprapto, mengatakan berdasarkan laporan minggu kedelapan periode 21–28 Juli 2026, progres fisik proyek telah mencapai 4,653 persen. Capaian itu melampaui target 3,504 persen atau mengalami deviasi positif sebesar 1,150 persen.
"Fokus pekerjaan saat ini ada pada pembuatan kolam dan perkuatan kolam," ujar Edi, Jumat (31/7).
Ia menjelaskan, percepatan terutama didorong oleh pekerjaan konstruksi kolam retensi dan perkuatan struktur kolam yang menjadi komponen terbesar dalam paket pembangunan.
Baca Juga: Rumah Menjamur di Bantaran Sungai, DPRD Bontang Desak Pemkot Tegakkan Aturan Sempadan
Jogging Track Ditunda
Meski progres fisik berada di atas target, Edi mengakui tidak seluruh pekerjaan yang direncanakan dapat diselesaikan pada tahun anggaran 2026. Salah satu fasilitas yang dipastikan tertunda ialah jogging track yang mengelilingi kawasan polder.
Pada tahun ini, pembangunan lintasan tersebut hanya sampai tahap pengerasan. Penyelesaian perkerasan beton bertulang beserta penataan area hijau akan dilanjutkan pada tahap berikutnya.
Menurut Edi, keputusan tersebut diambil setelah terjadi kenaikan harga material menjelang proses tender. Kondisi itu semakin diperberat oleh meningkatnya harga bahan bakar, khususnya solar industri, yang berdampak pada biaya pelaksanaan proyek.
Akibatnya, pemerintah memilih memprioritaskan pembangunan fasilitas utama agar fungsi pengendalian banjir dapat segera dioperasikan.
Jogging track tersebut dirancang memiliki panjang sekitar 466 meter berdasarkan garis centerline dan akan dilengkapi sejumlah titik ruang hijau melalui penempatan pot tanaman.
Masih Butuh Tambahan Rp10 Miliar
Selain jogging track, beberapa infrastruktur pendukung lainnya juga belum dapat direalisasikan pada tahun ini. Di antaranya pembangunan inlet kedua, outlet kedua, penambahan satu unit pompa sehingga nantinya tersedia dua pompa, serta penyediaan genset sebagai sumber listrik cadangan.
Edi menyebut kebutuhan anggaran untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan lanjutan masih dihitung bersama tim perencana.
"Masih disesuaikan lagi dengan perencana karena bukan hanya jogging track. Estimasinya bisa lebih dari Rp10 miliar," katanya.
Dinas PUPRK Bontang berencana mengusulkan kelanjutan pembangunan pada APBD Tahun Anggaran 2027 apabila tersedia dukungan anggaran, sehingga seluruh fasilitas dapat diselesaikan sesuai desain awal.
Paket pembangunan Polder Tanjung Laut yang didanai melalui Bantuan Keuangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tersebut memiliki nilai sekitar Rp43 miliar dan dikerjakan oleh PT Bumi Lasinrang. Proyek ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Pemerintah Kota Bontang berharap setelah seluruh tahap pembangunan selesai, Polder Tanjung Laut tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir, tetapi juga berkembang menjadi ruang publik yang nyaman dengan fasilitas pendukung yang lengkap bagi masyarakat.
Editor : Muhammad Ridhuan