KALTIMPOST.ID, BONTANG - Pemadaman listrik bergilir di Kota Bontang kembali berlanjut. Kali ini, penghentian sementara aliran listrik dijadwalkan pada Rabu (21/10/2026), mulai pukul 10.00 hingga 14.00 Wita. Gangguan pada sejumlah pembangkit menjadi penyebab terganggunya pasokan listrik di sebagian wilayah kerja PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bontang Kota.
Pemadaman selama empat jam tersebut menyasar sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman. Pelanggan di wilayah terdampak diimbau mengantisipasi penghentian pasokan listrik, terutama bagi warga yang mengandalkan listrik untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: Karhutla dan Kekeringan Belum Usai, BPBD Samarinda Usulkan Perpanjangan Status Darurat
Manajer PLN ULP Bontang Kota Rendra Alfian Raharjo mengatakan, gangguan pada sejumlah pembangkit berdampak terhadap pasokan listrik di sebagian wilayah pelayanan Bontang.
“Gangguan pada sejumlah pembangkit berdampak terhadap pasokan listrik di sebagian wilayah kerja PLN ULP Bontang Kota,” kata Rendra.
Baca Juga: DPPKUKM Catat 1.037 KDMP di Kaltim, 197 di Antaranya Siap Difungsikan
Ia menjelaskan, PLN terus mengerahkan sumber daya untuk mempercepat pemulihan gangguan dan meminimalkan dampak yang dirasakan pelanggan.
“Kami terus berupaya mempercepat proses pemulihan agar pasokan listrik dapat kembali normal dan dampak terhadap aktivitas pelanggan bisa diminimalkan,” ucapnya.
Rendra juga mengingatkan pelanggan bahwa jadwal penghentian sementara aliran listrik dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi kelistrikan.
“Jadwal dan durasi penghentian sementara ini dapat berubah, termasuk kemungkinan pembatalan, sesuai dengan perkembangan kondisi kelistrikan,” tutur dia.
Baca Juga: Kelurahan Batu Ampar Bagikan 5.000 Masker untuk Cegah ISPA Akibat Karhutla
Berdasarkan pengumuman PLN ULP Bontang Kota, wilayah terdampak meliputi Jalan Asmawarman, Jalan Tarakan, Jalan Potingku, Jalan Pendidikan, Jalan Palembang, Jalan Durian, Jalan Taman Siswa, Jalan Damai, Jalan Simon Tampubolon, Jalan HM Ardans, Jalan Ulin, Kanaan, sebagian HOP, serta sebagian Jalan A Yani.
Pemadaman juga mencakup Jalan Sultan Syahrir, Jalan Selat Karimata, Jalan Habibon, Jalan Selat Rote, Jalan Jenderal Soedirman, Jalan WR Soepratman, Jalan Cumi-Cumi, dan Jalan Kenangan.
Selain mempercepat pemulihan, PLN mengajak pelanggan menggunakan listrik secara bijak, khususnya pada pukul 18.00 hingga 21.00 Wita. Pelanggan diimbau mematikan peralatan elektronik yang tidak digunakan, mengatur suhu pendingin ruangan di atas 24 derajat Celsius, serta mengoptimalkan penggunaan perangkat hemat energi.
Pengumuman tersebut juga menyebutkan jadwal dan durasi penghentian listrik dapat mengalami perubahan atau dibatalkan sesuai kondisi sistem kelistrikan. Karena itu, pelanggan disarankan memantau informasi resmi PLN untuk memperoleh pembaruan terkait kondisi pasokan listrik.
Pemadaman listrik yang kembali terjadi memicu keluhan warga. Daud, warga Tanjung Laut, mempertanyakan pemadaman bergilir yang dirasakannya terjadi hampir setiap hari. Ia mengaku wilayah tempat tinggalnya juga terdampak pemadaman sehari sebelumnya.
“Kemarin juga kena dampak pemadaman. Ini seperti bulan lalu, ada apa ini,” kata Daud.
Ia mengaku khawatir pemadaman yang berulang dapat kembali merusak perangkat elektronik di rumahnya. Kekhawatiran itu muncul karena kerusakan perangkat elektronik yang dialaminya pada bulan lalu belum sepenuhnya terganti. “Kulkas saya rusak, ini potensi perangkat lain mengalami kerusakan,” ucapnya.
Daud berharap PLN dapat memberikan penjelasan yang lebih terang mengenai gangguan pasokan listrik yang berulang, sekaligus memastikan upaya pemulihan berjalan optimal. Menurutnya, kepastian informasi dan keandalan pasokan listrik penting bagi warga agar aktivitas rumah tangga tidak terus terganggu. (*)
Editor : Sukri Sikki