Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Siapa Satoshi Nakamoto? Bukti Baru dari Dokumenter HBO yang Bikin Geger Dunia Kripto

Dwi Puspitarini • Minggu, 13 Juli 2025 | 17:24 WIB
Poster film dokumenter Money Electric: The Bitcoin Mystery.
Poster film dokumenter Money Electric: The Bitcoin Mystery.

KALTIMPOST.ID, Setelah lebih dari satu dekade menjadi teka-teki terbesar di dunia digital, misteri tentang siapa sebenarnya Satoshi Nakamoto, pencipta Bitcoin, mulai menemukan titik terang.

Lewat film dokumenter terbaru HBO berjudul Money Electric: The Bitcoin Mystery, publik kembali dibuat penasaran.

Film ini bukan sekadar kilas balik sejarah Bitcoin, tapi membawa pemirsa ke dalam investigasi mendalam lintas benua yang dipenuhi petunjuk dan wawancara dengan tokoh-tokoh penting dunia kripto.

Jika terkonfirmasi, pengungkapan ini bisa mengubah peta sejarah kripto dunia.

Bitcoin pertama kali ditambang pada 3 Januari 2009 oleh ‘Satoshi Nakamoto’. Namun, tak ada yang benar-benar tahu siapa dia.

Sejak saat itu, ia menghilang tanpa jejak, meski dipercaya memiliki 1 juta Bitcoin yang jika dikonversi hari ini bernilai triliunan rupiah.

Menariknya, dari berbagai dompet yang diyakini miliknya, tak satu pun Bitcoin pernah dipindahkan.

Dalam dokumenter HBO yang akan segera tayang, nama Len Sassaman disebut-sebut sebagai kandidat terkuat di balik identitas Satoshi Nakamoto.

Survei Polymarket bahkan menunjukkan Len memimpin dengan peluang 14,5%, mengalahkan nama-nama besar lain seperti Adam Back dan Nick Szabo.

Len bukan nama sembarangan. Ia adalah seorang kriptografer jenius dan anggota gerakan cypherpunk—kelompok yang sangat memperjuangkan kebebasan dan privasi digital.

Ia juga menciptakan Mixmaster, teknologi pengacak pesan anonim, yang secara konsep mirip dengan sistem transaksi pseudo-anonim di blockchain Bitcoin.

Yang membuat teori ini makin kuat adalah kesamaan gaya komunikasi antara Sassaman dan Nakamoto.

Sassaman, meski warga Amerika, kerap menggunakan bahasa Inggris Britania, sama seperti yang digunakan Satoshi dalam makalahnya tahun 2008.

Tak hanya itu, Sassaman juga punya koneksi dekat dengan para legenda dunia kripto seperti Adam Back (CEO Blockstream), Hal Finney (penerima transaksi Bitcoin pertama), dan Bram Cohen (pencipta BitTorrent).

Ia bahkan ikut mendirikan konferensi teknologi Codecon yang menjadi titik kumpul para peretas dan insinyur dunia.

Sayangnya, jika benar Sassaman adalah Satoshi, kita mungkin tak akan pernah mendengar pengakuan langsung darinya.

Sassaman meninggal dunia pada tahun 2011, dua tahun setelah Bitcoin diluncurkan.

Ini memperkuat misteri, sekaligus menyedihkan bahwa mungkin sang pencipta Bitcoin telah tiada sejak awal.

Namun, justru karena hal ini, kemungkinan besar tak ada kepentingan komersial pribadi di balik Bitcoin.

Mata uang digital ini mungkin benar-benar diciptakan untuk memutus ketergantungan pada lembaga keuangan tradisional, seperti yang digambarkan dalam makalah awal Satoshi.

Jika nama Satoshi benar-benar terkuak, dampaknya bukan hanya pada harga pasar Bitcoin, tapi juga terhadap kepercayaan publik, aspek hukum, dan bahkan politik finansial global.

Karena pemilik 5% dari total Bitcoin bisa menggerakkan pasar hanya dengan satu transaksi besar. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#Satoshi Nakamoto #pencipta bitcoin #kripto #HBO #Dokumenter #Money Electric #The Bitcoin Mystery #Len Sassaman