Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Produser Film "Kerja, Apa Dikerjain?" Ungkap Tantangan Selama Proses Syuting di Balikpapan

Oktavia Megaria • Kamis, 12 Februari 2026 | 19:42 WIB

 

TANTANGAN: Produser film “Kerja, Apa Dikerjain?” Satya Noveriandy akui banyak tantangan saat proses syuting.
TANTANGAN: Produser film “Kerja, Apa Dikerjain?” Satya Noveriandy akui banyak tantangan saat proses syuting.
 

BALIKPAPAN – Sebagai film layar lebar lokal pertama di genre komedi horor, “Kerja, Apa Dikerjain?” tentu saja mendapat banyak tantangan. Tak hanya dari para pemain, hal ini juga diakui oleh para kru film termasuk sang produser, Satya Noveriandy.

Satya mengakui, memproduksi film di Balikpapan ini tantangannya banyak. Mulai dari sumber daya manusia yang masih baru, hingga fasilitas yang belum lengkap. Timnya bahkan terpaksa mendatangkan banyak peralatan dari luar kota, seperti Jakarta.

“Tapi dengan keterbatasan itu kami dituntut jadi lebih kreatif. Bagaimana menyiasati kekurangan. Akhirnya dengan suka duka itu bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa seperti film ini,” jelasnya.

Sebagai sineas lokal yang kerap mengerjakan film pendek, tentu saja ini pengalaman baru dan pertama bagi Satya. Walau begitu, ia menilai film bergenre drama atau komedi, masih lebih mudah dibuat dibandingkan action.

Makanya, dia mengaku sangat puas dengan film yang mereka hasilkan. Meski memulai dengan keterbatasan, tapi seluruh pemain dan kru tetap totalitas.

“Bahkan jalan 5 kilometer ke lokasi tambak itu mereka juga rela. Itu luar biasa sekali bagi saya,” tambahnya.

Di sisi lain, ia juga bersyukur antusias penonton terasa nyata di penayangan perdana film ini. Satya pun tak sabar menantikan respons dari masyarakat umum, yang juga akan menikmati film tersebut di Living Plaza Balikpapan, hingga akhir pekan nanti.

Ditanya soal target penonton, Satya mengaku belum menargetkan apa pun. Mengingat,  karya ini masih pertama kali dibuat, dan untuk pelecut semangat sineas lokal lainnya.

Termasuk, kata dia, untuk belajar bagaimana membangun chemistry para kru, pemain, sponsor dan lainnya. “Biar kita tahu, sama-sama belajar bagaimana sih produksi film. Insya Allah kalau misalkan ke depannya ada peluang, baru main ke ranah komersial,” tutupnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
#produser #komedi horor #film layar lebar #balikpapan